Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Carlos Sainz Kecewa Williams Hentikan Pengembangan Mobil 2025

Carlos Sainz Kecewa Williams Hentikan Pengembangan Mobil 2025

GELUMPAI.ID — Carlos Sainz mengaku frustrasi dengan keputusan Williams menghentikan pengembangan mobil F1 2025. Namun, ia memahami fokus tim pada regulasi baru 2026.

Williams melonjak ke posisi kelima klasemen konstruktor tahun ini. Mereka hanya kalah dari McLaren, Mercedes, Red Bull, dan Ferrari.

Di Grand Prix Miami, Sainz dan Alex Albon tampil impresif. Mereka lolos kualifikasi di posisi keenam dan ketujuh, mengalahkan duo Ferrari.

Albon finis kelima, mengungguli Leclerc dan Antonelli. Sainz mengamankan poin dengan finis kesembilan.

Semua tim menghadapi dilema tahun ini. Sumber daya untuk mobil 2025 bisa mengorbankan persiapan untuk aturan baru 2026.

Sainz yakin Williams bisa lebih kompetitif. Ia melihat potensi besar pada mobil FW47.

“Mobil ini punya banyak potensi,” kata Sainz kepada DAZN. “Jika kami kembangkan, kami bisa melangkah jauh.”

Menurut laporan dari CRASH, Williams memilih fokus pada 2026. “Kami tidak investasi pada mobil tahun ini,” ujar Sainz.

Sainz menyoroti beberapa kelemahan mobil. “Ada dua atau tiga hal yang masih perlu diperbaiki,” katanya.

Ia kecewa karena tim hanya tertinggal tiga persepuluh dari pole. Potensi besar terlihat di balapan keenamnya.

Sainz bertarung sengit dengan Leclerc dan Hamilton di Miami. Virtual Safety Car mengacaukannya hingga finis kesembilan.

Ia coba menyalip Hamilton di lap terakhir. Namun, upayanya tak berhasil.

Lewis Hamilton memuji performa Williams. “Mereka punya mobil cepat dan dua pembalap hebat,” ucapnya.

Hamilton mengakui Ferrari kesulitan. “Kami kehilangan performa dan harus temukan solusi,” katanya.

Williams di bawah komando James Vowles tampil luar biasa. Tim ini di ambang finis terbaik sejak 2017.

Sainz menerima keputusan tim. Ia berharap performa tetap konsisten di sisa musim.