“Makanan yang masuk ke tubuh akan menjadi darah dan daging. Kalau makanan haram, itu bisa menutup jalan kita dalam menerima kebenaran. Karena itu, kami sangat concern menyediakan makanan yang halal sekaligus thayyib,” ujarnya.
Menurut Mori, konsep halalan thayyiban bukan sekadar halal, tapi juga berkualitas premium dan sehat.
Ia menegaskan bahwa bisnis halal tidak hanya soal keuntungan, tapi juga sarana berbagi manfaat.
“Kita harus punya ilmu, punya mentor, dan menjadikan bisnis halal sebagai amal shaleh yang bermanfaat bagi umat,” tandasnya.

