GELUMPAI.ID — Jorge Martin akan kembali menunggangi motor MotoGP untuk pertama kalinya sejak 5 Februari lalu.
Balapan akhir pekan ini di Sirkuit Lusail, Qatar, akan menjadi ujian besar bagi kondisi tangan dan kakinya yang masih belum pulih sepenuhnya.
Belum ada kepastian seberapa kuat cedera itu bisa bertahan selama balapan berlangsung.
“Saya akan menjalaninya sesi demi sesi, hari demi hari. Saya bahkan tidak tahu apakah saya bisa menyelesaikan akhir pekan ini,” ucap Martin, Kamis (11/4).
Untuk memudahkan pebalap cedera kembali ke lintasan, tim Aprilia sempat mengusulkan perubahan aturan.
Mereka ingin agar pebalap yang absen cukup lama karena cedera diizinkan menjalani tes pribadi sebelum kembali balapan.
Namun, usulan itu gagal karena tak mendapat persetujuan bulat dari tim-tim lain dalam asosiasi MSMA.
“Itu sepenuhnya dari tim, bukan ide saya,” ujar Martin mengenai usulan tes pribadi itu.
“Tapi saya paham kenapa itu ditolak, karena… ya wajar saja, kamu tidak akan membiarkan rival melakukannya saat ini,” lanjutnya.
Meski perubahan aturan di tengah musim kurang disukai, sejumlah pabrikan tampaknya setuju untuk merevisi regulasi mulai 2026.
“Saya pikir itu ide bagus untuk masa depan,” kata Martin.
“Kalau ada pebalap yang cedera selama dua atau tiga balapan, saya rasa mereka sedang membahas agar pebalap bisa mencoba [motor MotoGP] sebelum kembali balapan.”
“Sebab sekarang saya jadi contohnya. Saya tidak tahu kondisi fisik saya, jadi saya harus mencobanya langsung di akhir pekan balapan, yang agak lebih berisiko, bisa dibilang.”
Menurut Martin, jika aturan itu disahkan nanti, maka yang terdampak hanyalah pebalap Ducati, Aprilia, dan KTM.
Sementara Honda dan Yamaha tidak terkena larangan uji coba pribadi karena masih memegang status konsesi ‘D’.
Sumber: CRASH