GELUMPAI.ID – China makin serius dalam persaingan teknologi Artificial Intelligence (AI). Nggak main-main, beberapa model AI asal Negeri Tirai Bambu udah mulai menyamai bahkan melampaui performa model buatan Amerika Serikat.
AI Jadi Medan Perang Baru
AI udah jadi medan perang teknologi antara China dan AS. Washington terus membatasi akses China ke chip canggih yang dibutuhkan buat melatih AI, karena khawatir bisa mengancam keamanan nasional AS. Tapi, China nggak tinggal diam. Mereka cari cara buat ngembangin teknologinya sendiri, termasuk lewat open-source AI dan bikin chip tandingan.
Model AI China Makin Populer
Banyak perusahaan AI China fokus bikin Large Language Models (LLMs), sama kayak model buatan OpenAI (ChatGPT). Bedanya? Model China kebanyakan open-source alias bebas diakses developer, nggak ribet sama lisensi.
Menurut Tiezhen Wang, insinyur machine learning di Hugging Face, model AI dari China, seperti Qwen buatan Alibaba, adalah yang paling banyak di-download.
“Qwen cepet populer karena performanya luar biasa di berbagai benchmark,” ujar Wang.
“Mau pilih ukuran parameter besar atau kecil, Qwen salah satu model terbaik saat ini.”
Model AI lain, DeepSeek-R1 dari startup DeepSeek, juga bikin gebrakan. Mereka klaim model ini bisa bersaing dengan GPT-4 dan model open-source lainnya seperti Llama buatan Meta.
Grace Isford, partner di Lux Capital, bilang, “Dalam setahun terakhir, kontribusi open-source dari China meningkat drastis dengan performa tinggi, biaya rendah, dan efisiensi besar.”
Strategi Open-Source: Ambisi Go Global
Kenapa open-source? Strategi ini bikin AI China bisa lebih cepat diadopsi secara global. Selain mendorong inovasi, open-source bikin developer di seluruh dunia bisa ikut membangun ekosistem AI.
“Perusahaan China pengen model mereka dipakai di luar negeri. Ini cara efektif buat jadi pemain global di dunia AI,” kata Paul Triolo dari DGA Group.
Kalau model AI ini dianalogikan kayak sistem operasi, mereka berpotensi jadi “Windows” atau “Android”-nya masa depan. Karena itu, taruhannya tinggi: siapa yang sukses mendominasi LLM bakal jadi penguasa ekosistem teknologi global.

