GELUMPAI.ID — Ketegangan diplomatik memuncak usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan tuduhan tajam kepada China.
Zelensky menyebut, China tahu bahwa warganya direkrut oleh Rusia untuk ikut bertempur dalam perang yang berkecamuk sejak tiga tahun terakhir.
Pernyataan ini muncul setelah Ukraina mengklaim menangkap dua tentara asal China di wilayah Donetsk timur.
Zelensky mengatakan, Kyiv mengantongi data 155 warga negara China yang dilibatkan dalam invasi Rusia.
“Mereka menyeret negara lain ke dalam perang,” ucap Zelensky tentang Rusia.
“Saya yakin bahwa mereka sekarang menyeret China ke dalam perang ini,” tegasnya.
Beijing tak tinggal diam. Kementerian Luar Negeri China merespons keras tuduhan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang dianggap membuat tuduhan tak berdasar.
“Kami akan menyarankan pihak-pihak terkait untuk mengakui peran China dengan benar dan jelas,” kata Lin dalam jumpa pers rutin, Kamis (10/4/2025).
Tanpa menyebut langsung nama Ukraina atau Zelensky, Lin menyampaikan bahwa China meminta agar semua pihak menahan diri dari membuat “pernyataan tidak bertanggung jawab”.
Lin menekankan, Beijing selalu mengimbau warganya untuk tidak terlibat dalam konflik bersenjata dalam bentuk apa pun.
Ia juga menegaskan, China bukanlah pencetus maupun pihak dalam krisis Ukraina.
“Kami adalah pendukung setia dan promotor aktif resolusi damai,” ujar Lin.
China selama ini menegaskan posisinya netral dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Namun, negara-negara Barat kerap menuding hubungan erat China-Rusia memberi sokongan diplomatik dan ekonomi yang penting bagi Moskow.
Sumber: CNBC Indonesia

