GELUMPAI.ID – Cristiano Ronaldo, bintang Al-Nassr, kini menghadapi gelombang kritik pedas dari sebagian suporter timnya sendiri. Kendati masih menunjukkan ketajaman di depan gawang dengan torehan 33 gol musim ini, performa individu Ronaldo dianggap tak sebanding dengan hasil yang diraih Al-Nassr, yang kembali puasa gelar.
Kegagalan Al-Nassr meraih satu pun trofi musim ini menjadi pemicu utama kekecewaan para penggemar. Mereka tertinggal jauh dari pemuncak klasemen Liga Pro Saudi, Al-Ittihad, dan tersingkir dari Liga Champions Asia. Sejak Ronaldo bergabung pada Desember 2022, Al-Nassr belum mampu merengkuh gelar liga, piala domestik, maupun Liga Champions Asia. Satu-satunya gelar yang mereka raih bersama Ronaldo adalah Arab Club Champions Cup pada tahun 2023, yang dianggap kurang signifikan oleh sebagian suporter.
Luapan kekecewaan ini terlihat jelas di media sosial. Ketika Ronaldo mengunggah pesan “Let’s go” di platform X, sejumlah suporter membalas dengan komentar-komentar bernada keras. Ada yang terang-terangan meminta Ronaldo untuk tidak ikut sesi latihan berikutnya, bahkan ada yang menyuruhnya untuk pergi dari klub.
Seorang suporter menuliskan kekecewaannya dengan panjang lebar, mengakui sejarah gemilang Ronaldo namun mempertanyakan kontribusinya saat ini dan di masa depan bagi Al-Nassr. Ia bahkan menyarankan agar Ronaldo kembali ke Portugal untuk menikmati masa tuanya. Komentar pedas lainnya menyebut Ronaldo sebagai penghambat Al-Nassr dan menyarankannya untuk pensiun.
Kritik ini tentu menjadi sorotan mengingat status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik dunia dan investasi besar yang dikeluarkan Al-Nassr untuk mendatangkannya. Meskipun dikelilingi pemain-pemain berkualitas seperti Sadio Mane, Jhon Duran, Marcelo Brozovic, dan Aymeric Laporte di bawah arahan pelatih Stefano Pioli, kehadiran Ronaldo belum mampu membawa Al-Nassr kembali ke puncak kejayaan seperti sebelum kedatangannya, di mana mereka telah sembilan kali menjuarai liga.
Kekecewaan suporter ini mencerminkan ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada Ronaldo untuk membawa Al-Nassr meraih gelar-gelar bergengsi. Kegagalan demi kegagalan, meskipun Ronaldo tampil produktif secara individu, tampaknya membuat kesabaran sebagian penggemar menipis dan menjadikan sang megabintang sebagai sasaran utama kekecewaan mereka. Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Ronaldo dan Al-Nassr untuk musim-musim mendatang.

