GELUMPAI.ID -Kejutan besar terjadi di final Piala FA 2024/2025. Crystal Palace, tim yang tak diunggulkan, berhasil menaklukkan Manchester City dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wembley pada Sabtu (17/5) malam WIB. Gol tunggal Eberechi Eze di babak pertama memastikan trofi mayor pertama dalam sejarah klub berjuluk The Eagles tersebut.
Gol kemenangan Palace tercipta pada menit ke-16 melalui skema serangan balik cepat. Umpan silang mendatar dari Daniel Munoz berhasil disambar dengan sempurna oleh Eze, tak mampu dijangkau kiper City, Stefan Ortega.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Manchester City dan manajer Pep Guardiola. Untuk pertama kalinya sejak musim 2016/2017, City gagal meraih satu pun gelar dalam semusim kompetisi.
Pertandingan diwarnai kontroversi terkait potensi kartu merah bagi kiper Palace, Dean Henderson, yang melakukan handsball di luar kotak penalti. Namun, VAR memutuskan insiden tersebut tidak menganulir peluang gol bersih bagi City. Henderson kemudian tampil gemilang dengan menepis tendangan penalti Omar Marmoush di menit ke-36, setelah sebelumnya Tyrick Mitchell melanggar Bernardo Silva. Haaland, yang biasanya menjadi algojo penalti City, menyerahkan tugas tersebut setelah catatan buruknya dalam beberapa eksekusi terakhir.
Meskipun City mendominasi penguasaan bola, pertahanan solid Crystal Palace, yang dikomandoi oleh penampilan heroik Henderson, mampu meredam setiap serangan The Citizens. Henderson tercatat melakukan sejumlah penyelamatan penting sepanjang laga.
Peluit akhir pertandingan disambut dengan euforia luar biasa dari para pemain dan suporter Crystal Palace. Trofi Piala FA ini mengakhiri penantian panjang mereka akan gelar juara mayor. Kemenangan ini juga menjadi bukti kejelian taktik Oliver Glasner, yang baru bergabung dengan klub pada pertengahan musim namun mampu membawa perubahan signifikan.
Keberhasilan menjuarai Piala FA tidak hanya memberikan kebanggaan bagi Crystal Palace, tetapi juga mengamankan satu tiket ke kompetisi Liga Europa musim depan. Ini menjadi pencapaian yang luar biasa mengingat awal musim mereka yang kurang meyakinkan.
Eberechi Eze dan Dean Henderson menjadi bintang utama dalam perjalanan Palace menuju gelar juara. Keduanya kembali menunjukkan performa impresif di laga final. Eze dengan gol penentunya, dan Henderson dengan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menggagalkan penalti Marmoush. Henderson mencatatkan sejarah sebagai kiper pertama yang menepis penalti di final Piala FA (di luar adu penalti) sejak tahun 2010.
Bagi Manchester City, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi mendalam. Mereka tampil kurang efektif meskipun unggul dalam penguasaan bola. Masa depan beberapa pemain senior seperti Kevin de Bruyne dan Bernardo Silva juga menjadi spekulasi menyusul performa tim yang kurang memuaskan di musim ini. Haaland sendiri kembali gagal menunjukkan ketajamannya di Wembley.
Guardiola terlihat frustrasi dengan hasil pertandingan dan sempat terlibat adu argumen dengan Henderson usai laga usai. City kini harus segera bangkit dan fokus pada pertandingan Liga Primer melawan Bournemouth untuk mengamankan posisi di zona Liga Champions musim depan. Kegagalan lolos ke kompetisi elit Eropa akan menjadi kerugian besar bagi tim yang dalam beberapa tahun terakhir mendominasi sepak bola Inggris.

