GELUMPAI.ID – Dandi Ramadhan, mahasiswa STKIP Syekh Manshur Pandeglang asal Kabupaten Lebak, menilai bahwa permukiman sehat merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas hidup masyarakat yang aman, bermoral, dan sejahtera.
Pandangan tersebut ia sampaikan saat mengikuti ajang Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025, yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan keresahan sekaligus harapan terhadap kondisi permukiman di daerahnya.
Dandi, yang lahir di Lebak pada 19 Desember 2003, aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Keterlibatannya dalam organisasi menjadi ruang bagi Dandi untuk mengasah kepekaan sosial dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam kesehariannya, Dandi gemar membaca buku.
Aktivitas tersebut membentuk cara pandangnya terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk tantangan yang dihadapi masyarakat di lingkungan permukiman.
Menurut Dandi, motivasinya mengikuti Wira Permukiman Sehat berangkat dari keresahan atas kondisi permukiman di Banten yang berpotensi terkontaminasi oleh berbagai pengaruh negatif.
“Berangkat dari keresahan dan keinginan agar permukiman di Provinsi Banten tidak terkontaminasi hal-hal yang bersifat negatif. Hingga pada akhirnya, inilah saatnya saya untuk membuktikan,” ujarnya.
Dandi memaknai permukiman sehat secara menyeluruh.
Menurutnya, permukiman sehat tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, sosial, dan moral masyarakat.
“Permukiman sehat adalah tempat di mana setiap individu dapat tumbuh dengan rasa aman dan nyaman, terlindungi dari ancaman seperti pelecehan seksual, judi online, serta dampak buruk dari lingkungan yang kotor dan tidak terawat,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya menciptakan permukiman yang aman dari pelecehan seksual, khususnya bagi perempuan dan anak-anak, melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang sehat, serta kepedulian sosial.
Selain itu, Dandi juga menyoroti bahaya judi online yang dapat merusak kondisi ekonomi, kesehatan mental, keharmonisan keluarga, hingga stabilitas sosial.

