Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Danica Patrick Sebut Hamilton Berpikir Berlebihan di Ferrari

Danica Patrick Sebut Hamilton Berpikir Berlebihan di Ferrari

GELUMPAI.ID — Mantan pebalap IndyCar, Danica Patrick, menilai kesulitan Lewis Hamilton di Ferrari mungkin karena “berpikir berlebihan”.

Hamilton kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Ferrari pada musim F1 2025. Ia masih beradaptasi setelah pindah dari Mercedes.

Balapan terakhir di Arab Saudi menjadi penampilan terburuk Hamilton musim ini. Ia finis lebih dari 30 detik di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc.

Leclerc berhasil meraih podium pertama Ferrari pada 2025 di Arab Saudi. Hamilton mengaku tidak ada solusi cepat untuk masalahnya.

Hamilton berkata usai balapan: “Tidak ada perbaikan instan. Mungkin butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan Ferrari.”

Jelang FP1 di Miami, Danica Patrick mengomentari awal sulit Hamilton. Ia menyoroti proses adaptasi dengan tim baru.

“Apa yang terjadi dengan Lewis? Saya tidak tahu, tapi dia di tim baru, dan transisi selalu butuh waktu,” ujar Patrick.

“Karakter mobil, cara tim bekerja, semua itu perlu waktu untuk dipelajari. Akhir pekan balapan berjalan sangat cepat,” tambahnya.

Patrick menyinggung akhir pekan sprint yang padat. Ia menduga Hamilton dan tim mungkin terlalu banyak berpikir.

“Tidak mengubah setelan di akhir pekan sprint terbukti bagus. Mungkin mereka berpikir berlebihan,” katanya.

Menurut laporan dari CRASH, Hamilton menunjukkan kilasan performa cemerlang. Ia meraih pole dan memenangkan balapan sprint di China.

Pace Hamilton di Bahrain juga mengesankan. Ia menembus posisi kelima dari belakang.

Namun, Hamilton sering tertinggal beberapa persepuluh detik dari Leclerc. Performa inkonsisten ini menjadi sorotan.

Martin Brundle, komentator F1, menilai mobil Ferrari tidak cocok dengan gaya mengemudi Hamilton. Ia melihat ketidaksesuaian yang jelas.

“Saat di Arab Saudi, Lando menyalipnya, dan dari kamera onboard, mobil Ferrari sangat sulit dikendalikan. Lewis benar-benar kesulitan,” ungkap Brundle.

“Lewis secara statistik adalah yang terhebat sepanjang masa. Banyak yang menganggapnya GOAT,” katanya.

Brundle memuji bakat Hamilton: “Dia punya kecepatan, dia punya talenta. Tapi entah kenapa, dia dan mobil itu tidak cocok.”

Laman: 1 2