GELUMPAI.ID – Ada haru yang menyelimuti perayaan juara Piala FA Crystal Palace. Kiper heroik mereka, Dean Henderson, tak kuasa menahan air mata saat mempersembahkan trofi bersejarah itu untuk mendiang ayahnya. Penampilan gemilang Henderson di bawah mistar, termasuk penyelamatan penalti krusial dari Omar Marmoush, menjadi salah satu kunci utama kemenangan 1-0 atas Manchester City.
Dengan suara bergetar, Henderson mengungkapkan bahwa sosok sang ayah selalu hadir bersamanya di setiap momen pertandingan. “Saya kehilangan ayah saya di awal musim. Tapi dia bersama saya hari ini. Dia menyertai setiap tendangan dalam pertandingan ini,” ujarnya kepada BBC Sport,
“Kemenangan ini saya dedikasikan untuknya,” lanjut Henderson dengan mata berkaca-kaca.
Kiper berusia 28 tahun itu tampil bak tembok kokoh di bawah mistar gawang Palace. Ia melakukan serangkaian penyelamatan gemilang yang membuat frustrasi lini serang bertabur bintang Manchester City. Puncaknya adalah ketika ia dengan sigap menepis tendangan penalti Marmoush di babak pertama, menjaga keunggulan tipis timnya.
Henderson mengaku sedikit terkejut ketika bukan Erling Haaland yang maju sebagai algojo penalti City. Namun, ia memiliki keyakinan kuat untuk menggagalkan tendangan Marmoush. “Sejujurnya, [Erling] Haaland mungkin akan maju. Dia memberikan bola kepada Marmoush dan saya tahu ke mana arah tendangannya. Saya yakin akan bisa menepisnya,” ungkapnya dengan nada mantap.
Sebelumnya, Henderson juga sempat lolos dari hukuman kontroversial ketika bola liar nyaris menyentuh tangannya di luar kotak penalti saat berduel dengan Haaland. Namun, bagi Henderson, insiden itu tak lagi relevan. “Bola bergulir ke dalam kotak penalti saya dan saya tahu itu aman – siapa peduli?” katanya sambil tersenyum tipis, “Yang terpenting, kami juara,” tandasnya.
Dedikasi tulus Henderson ini menambah sentimen emosional dalam perayaan gelar juara Piala FA pertama bagi Crystal Palace. Di balik kegembiraan para suporter dan pemain, terselip rasa haru dan penghormatan mendalam dari seorang anak kepada ayahnya yang telah tiada. Kemenangan ini bukan hanya sekadar trofi, tetapi juga sebuah persembahan yang penuh makna.

