Entertainment
Beranda » Entertainment » Dedi Mulyadi Klarifikasi Status Ekonomi Aura Cinta

Dedi Mulyadi Klarifikasi Status Ekonomi Aura Cinta

GELUMPAI.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menemui Kepala Sekolah SMAN 1 Cikarang Utara, Didi Rosidi. Pertemuan ini membahas aturan wisuda sekolah dan latar belakang siswi bernama Aura Cinta.

Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi, mempertanyakan tradisi wisuda di sekolah. Pemprov Jabar sebelumnya melarang kegiatan wisuda untuk mengurangi beban biaya.

“Dulu wisuda biayanya berapa, Pak?” tanya Dedi Mulyadi.

“Kalau beberapa tahun lalu, biaya pelepasan sekitar Rp470 ribu,” jawab Didi Rosidi.

“Kegiatan kami biasa saja, didanai sekolah,” tambahnya.

Aura Cinta, alumni SMAN 1 Cikarang, menjadi sorotan usai berdebat dengan Kang Dedi. Ia memperjuangkan wisuda sekolah dan mengaku berasal dari keluarga miskin.

Dilansir dari GRID, Kang Dedi penasaran dengan status ekonomi Aura. Ia pun mengonfirmasi langsung kepada Didi Rosidi.

“Namanya Agita Aurelia, lengkapnya Egalita Aurelia Devi Artamevia,” kata Didi Rosidi.

Mengutip laman GRID, Aura masuk sekolah melalui jalur SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Ia terdaftar sebagai siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

“Apakah dia termasuk yang tinggal di bantaran sungai?” tanya Kang Dedi.

“Dia masuk jalur afirmasi, keluarga ekonomi menengah ke bawah,” jelas Didi Rosidi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GRID, Aura merupakan warga korban penggusuran di bantaran sungai Cikarang, Bekasi. Namanya viral usai mengkritik kebijakan Pemprov Jabar.

Menurut laporan dari GRID, Aura menentang larangan wisuda sekolah. Ia ingin tradisi pelepasan siswa tetap diadakan.

Seperti yang dilaporkan oleh GRID, Aura sempat disindir karena mengaku miskin namun bersedia menanggung biaya wisuda. Hal ini memicu perbincangan di media sosial.

Didi Rosidi menegaskan bahwa Aura memang dari keluarga kurang mampu. Ia masuk sekolah melalui jalur khusus untuk siswa berlatar ekonomi rendah.

Diketahui, debat Aura dan Kang Dedi berlangsung dalam forum warga. Aura menjadi salah satu perwakilan yang vokal menyuarakan aspirasinya.

Klarifikasi ini diharapkan meredakan simpang siur tentang status sosial Aura. Publik kini lebih memahami latar belakangnya.