News
Beranda » News » Demi Pasar Modern, Walikota Serang Pinjam Ratusan Miliar Untuk Bangun Ulang Pasar Rau

Demi Pasar Modern, Walikota Serang Pinjam Ratusan Miliar Untuk Bangun Ulang Pasar Rau

GELUMPAI.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, berencana mengajukan pinjaman ke salah satu perbankan untuk membiayai pembangunan kembali Pasar Induk Rau, Kota Serang.

Proyek ini ditargetkan terlaksana di tahun 2026 dengan estimasi anggaran mencapai Rp300 miliar.

Budi menjelaskan, langkah pinjaman tersebut merupakan arahan dari Kejaksaan Negeri.

“Kita dalam tahap ini akan minjam kepada bank, sesuai dengan arahan dari kejaksaan dan pemerintah,” ujarnya, Kamis 14 Agustus 2025.

Menurutnya, bunga pinjaman bank jauh lebih rendah dibandingkan jika menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang dinilai terlalu tinggi.

Ia juga menilai mekanisme peminjaman melalui KPBU lebih dari satu tahun, sehingga dirinya menginginkan adanya percepatan mengingat masa kepemimpinan masih 4 tahun lagi.

“Karena kalau minjam bank, bunganya lebih murah ketimbang kita KPBU. Kalau itu bunganya tinggi, 2 persen per bulan. Prosesnya juga lama, nggak selesai di setahun. Saya pengen ada percepatan. Karena saya tahu bahwa kepemimpinan saya ini 4 tahun lagi, periode saya ini,” jelasnya.

Ia mengaku tak ragu meminjam ke bank karena mekanismenya akan menguntungkan pemerintah.

Budi mengungkapkan bahwa untuk membayar utang tersebut, akan dibebankan dengan skema retribusi pedagang.

“Saya berpikirnya, ketika itu diambil alih oleh pemerintah, ini kan seperti bisnis. Nanti kan yang bayar para penyewanya, nanti kita Perdai Perda terkait retribusinya. Nanti yang bayar juga bunganya dari pedagang juga,” katanya.

Budi menerangkan, pembangunan Pasar Induk Rau tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun dan harus multi-year.

Sebab, ia menginginkan pembangunan dilakukan dari nol sesuai dengan konsep yang sudah disusun.

“Kalau Rau itu nggak bisa di setahun selesai. Harus multi-year, karena sampai di dua tahun kurang lebih. Pertama kita harus ngebongkar tempatnya, karena saya nggak mau bangunan yang lama, takutnya itu malah bahaya. Jadi saya pengen dari nol, dibangun sesuai dengan konsep,” jelasnya.

Ia menegaskan, keinginannya adalah membangun pasar modern yang bersih dan nyaman, dengan pengelolaan langsung oleh pemerintah serta menjadikannya pasar percontohan tingkat nasional.

Laman: 1 2