Publisher Theme
Art is not a luxury, but a necessity.

Demonstran Omnibus Law Dijatuhi PN Serang Pidana Denda

0

Serang, Gelumpai.ID – Satu dari 9 mahasiswa yang ditangkap dalam aksi penolakan Omnibus Law pada di depan Kampus UIN SMH Banten, Ohan Aidin Faidzin, oleh majelis hakim dijatuhi pidana denda sebesar Rp750 ribu lantaran terbukti melanggar pasal 218 KUHP.

Sementara di luar persidangan, terjadi kericuhan antara pihak kepolisian yang menjaga jalannya sidang, dengan teman-teman Ohan. Mereka bersitegang lantaran pihak kepolisian tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam ruang persidangan.

“Ini sidangnya terbuka, bukan tertutup. Mana ada saksi diusir seperti itu, mana aturannya yang mengusir saksi dari persidangan,” ujar rekan dari Ohan di depan ruang sidang, Kamis (8/4).

Salah satu rekan Ohan, Gilang, mengatakan bahwa pada saat sidang hakim terlihat otoriter karena tidak mau mendengarkan sanggahan dari pihak Ohan. “Hakim langsung memutuskan pidana denda dan pergi begitu saja,” ucapnya.

Sementara itu, tim Advokasi Bantuan Hukum, Abda Oe Bismillahi, mengaku kecewa dengan putusan hakim. Menurutnya, hakim tidak memutuskan perkara dengan keadilan subtantif.

“Kami kecewa, putusan pengadilan tingkat pertama tidak mencerminkan keadilan substantif, mengesampingkan fakta-fakta hukum dan persidangan, hanya melihat secara formal hukum, tidak ada rasa keadilan yang diterima oleh terdakwa,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa pihaknya akan berupaya untuk mendapatkan salinan putusan hakim untuk dilakukan penilaian, dan menentukan langkah selanjutnya. Sementara itu, pihaknya akan melakukan penggalangan dana guna membantu Ohan dalam membayar pidana denda.

“Kami akan melihat dan mendapatkan terlebih dahulu salinan putusan hakim tersebut. Akan kami nilai, hal-hal mana saja yang menurut kami hakim keliru dan adanya kekhilafan hakim. Untuk denda, kami akan buat galangan solidaritas dana bagi terdakwa, untuk meringankan beban terdakwa,” tandasnya. (RED)

Leave A Reply

Your email address will not be published.