News
Beranda » Dilantik Gubernur, Delapan Program Prioritas Jadi PR Pertama Sekda Banten yang Baru

Dilantik Gubernur, Delapan Program Prioritas Jadi PR Pertama Sekda Banten yang Baru

GELUMPAI.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, melantik dan memimpin pengambilan sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (9/7/2025).

Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Nomor 104/TPA Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya peran seorang Sekda dalam memastikan sinkronisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di jajaran pemerintahan daerah.

“Khususnya sinergi dan kolaborasi implementasi program hasil terbaik cepat bapak Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Andra menambahkan, Sekda Banten diharapkan mampu memobilisasi dan mengoptimalkan program dan kegiatan yang mengarah pada pencapaian sasaran yang tertuang dalam dokumen perencanaan dan penganggaran.

“Dimana terdapat delapan Program Prioritas Pemerintah Provinsi Banten saat ini,” ungkapnya.

Delapan Program Prioritas Pemprov Banten antara lain:

  1. Banten Bagus: pembangunan infrastruktur jalan, transportasi, sumber daya air dan hunian layak
  2. Banten Sehat: akses kesehatan bagi warga tanpa diskriminasi
  3. Banten Cerdas: Sekolah Gratis untuk SMA/SMK/MA
  4. Banten Kuat: zona ekonomi baru, penguatan UMKM, dan pemerataan ekonomi
  5. Banten Indah: pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif
  6. Banten Makmur: ketahanan pangan yang berkelanjutan
  7. Banten Ramah Investasi: kehidupan industri dan penyerapan tenaga kerja
  8. Banten Melayani: tata kelola pemerintahan tidak korupsi dan sistem merit dalam birokrasi

Dalam penegasannya, Andra menyebut bahwa posisi Sekda punya peranan krusial dalam mengelola persoalan-persoalan strategis lintas sektor dan wilayah.

“Posisi sekretaris daerah memiliki peranan yang sangat menentukan dalam menangani isu-isu strategis yang memerlukan penanganan lintas sektoral, lembaga atau wilayah,” ungkap Andra Soni.

Ia juga menambahkan pentingnya koordinasi dan hubungan kerja yang solid antarpihak.

“Sehingga dapat berjalan optimal dalam rangka mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah,” tandasnya.