Menurutnya, jika jiwa Marhaenisme benar-benar tertanam dalam diri kader GMNI, maka kepentingan pribadi tidak akan diletakkan di atas aturan organisasi.
“Dengan adanya Konfercablub, saya berharap seluruh kader GMNI di Lebak bisa lebih dewasa dan memahami mekanisme organisasi. Konstitusi jangan dilanggar hanya demi ambisi. GMNI harus tetap tegak lurus pada garis perjuangan Marhaenisme,” ujarnya.
DPC GMNI Kabupaten Lebak menegaskan komitmen untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus mengedepankan perjuangan sesuai garis ideologi Marhaenisme.
“Solid bergerak, tegak lurus pada Marhaenisme!” begitu bunyi pernyataan resmi yang disampaikan usai pleno.

