“Makanya banyak pelayanan untuk update KK. Sedangkan untuk warga yang belum memiliki KTP-el ada sebanyak 46 orang, rata-rata pemula yang belum melakukan perekaman,” jelas Nerry.
Ia memastikan bahwa hingga akhir tahun 2025, Disdukcapil Kabupaten Serang akan terus melaksanakan program jemput bola hingga menyentuh 10 layanan di tingkat desa.
Kegiatan ini dilakukan setiap dua pekan sekali.
“Pokoknya 10 pelayanan sampai akhir tahun. Kenapa 10, karena setiap satu kali pelayanan bisa ratusan orang. Kita perlu waktu untuk menyelesaikan pekerjaan administrasinya,” katanya.
Nerry menambahkan, layanan jemput bola di Desa Pulo Panjang bukan kali pertama dilakukan.
Kegiatan kali ini merupakan yang ketiga kalinya, mengingat masih banyak warga yang perlu melakukan pembaruan data.
“Tadi kita lihat ada KK yang masih warna merah, artinya KK sudah lama. Ternyata itu warga yang baru pulang dari bekerja di luar negeri, jadi setelah selesai TKW-nya baru melakukan update,” tandasnya.

