GELUMPAI.ID – Bek kiri andalan Liverpool, Andy Robertson, blak-blakan mengakui bahwa timnya sempat kehilangan sentuhan terbaik di babak kedua saat bermain imbang 2-2 melawan Arsenal di Anfield, Minggu (11/5) malam WIB. Meskipun The Reds sempat unggul dua gol di babak pertama, Robertson menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan timnya jelang akhir musim.
Robertson, yang mencatatkan penampilan ke-250 di Liga Primer untuk Liverpool dalam laga tersebut, menyoroti penurunan intensitas timnya setelah turun minum. Padahal, di babak pertama, Liverpool tampil dominan dan berhasil memanfaatkan umpan silangnya untuk gol pembuka Cody Gakpo, disusul gol cepat Luis Diaz.
“Saya pikir dalam lima hingga 10 menit pertama, kedua tim bermain kurang rapi. Namun, kami berhasil bangkit, mencetak dua gol yang sangat baik dan menciptakan beberapa peluang lainnya. Di babak pertama, kami benar-benar mendominasi,” ujar Robertson kepada Sky Sports seusai laga.
“Saat jeda, kami sepakat untuk mempertahankan intensitas dan segalanya seperti di babak pertama. Namun, saat keluar di babak kedua, dalam lima hingga 10 menit pertama, kami bermain jauh di bawah standar,” tambahnya.
Pemain internasional Skotlandia itu menduga adanya perubahan taktik dari Arsenal yang membuat timnya kesulitan. Selain itu, Robertson juga merasakan adanya penurunan agresi dalam melakukan tekanan dan langkah terakhir di lini pertahanan. Akibatnya, Arsenal perlahan tapi pasti mampu bangkit dan menyamakan kedudukan.
“Saya pikir mereka melakukan beberapa penyesuaian yang mulai menyulitkan kami. Kami mungkin kehilangan agresi dalam melakukan pressing dan langkah terakhir kami. Kemudian, Arsenal perlahan tapi pasti berhasil kembali ke dalam permainan,” imbuhnya.
Meski demikian, Robertson melihat sisi positif dari bagaimana Liverpool mampu mengakhiri pertandingan dengan kuat, menciptakan beberapa peluang meski satu pemain Arsenal mendapat kartu merah. Ia juga sempat mencetak gol di masa tambahan waktu, namun dianulir karena offside.
“Saya pikir kami mengakhiri pertandingan dengan kuat. Tentu saja, ada pemain yang dikeluarkan dan beberapa peluang tercipta. Saya pikir saya berhasil mencetak gol di akhir, tetapi ternyata tidak disahkan. Saya juga diberitahu bahwa saya sudah offside, jadi pelanggaran sebelumnya mungkin tidak relevan,” kata Robertson.
Secara keseluruhan, Robertson menilai hasil imbang 2-2 melawan tim kuat seperti Arsenal bukanlah hasil yang buruk. Namun, ia menekankan bahwa performa Liverpool di babak kedua tidak mencerminkan standar yang telah mereka tunjukkan sepanjang musim ini.
“Lihat, 2-2, melawan dua tim bagus. Kami sangat senang dengan musim yang telah kami lalui, tetapi penampilan kami di babak kedua tidak seperti biasanya musim ini. Masih ada area yang perlu kami benahi,” pungkasnya.
Robertson juga mengungkapkan kegembiraannya atas assist yang ia berikan untuk gol pembuka Gakpo. Ia merasa lega akhirnya bisa mencatatkan assist setelah beberapa peluang serupa sebelumnya gagal dimanfaatkan rekan-rekannya. Dengan assist tersebut, Robertson kini telah mengoleksi 60 assist di Liga Primer, dan ia berharap dapat menambah pundi-pundi assist-nya di sisa musim ini.

