GELUMPAI.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang terlihat di beberapa ruas jalan disebabkan oleh polemik terkait pemutusan hubungan kerja tenaga non-ASN.
“Ini memang kebijakan kami, yang harus membuat skala prioritas dengan kondisi yang ada. Bagaimana kami menangani depo dan TPS tetap berjalan. Dengan adanya polemik non-ASN ini,” ungkap Sugiyarto, Kepala Dinas DLH.
Sugiyarto juga menambahkan bahwa pengurangan jumlah petugas yang biasanya bertugas menyapu jalan mengakibatkan beberapa area menjadi kurang terawat.
“Petugas yang selama ini banyak yang menyapu di jalan juga kita kurangi. Ada beberapa yang tidak tersapu,” ungkapnya, Kamis (13/2/2025).
Ia juga menyayangkan keberadaan sampah domestik dari rumah tangga yang ditemukan di tepi jalan, padahal seharusnya sampah tersebut tidak ada di tempat itu.
“Akhirnya tepi jalan kita menjadi kumuh dan bau. Karena masyarakat membuang sampah rumah tangga di tepi jalan. Biasanya daun dan tidak akan menimbulkan bau. Kita melihat hari ini, dengan tenaga yang ada kita akan lakukan pengangkutan sampah tersebut,” terangnya, dikutip dari LambeTurah.co.id, pada Jumat (14/2).
Sugiyarto berharap agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di jalan, sehingga Jember dapat tetap terjaga kebersihannya, bebas dari bau, dan tanpa tumpukan sampah.
Ia juga berharap proses perekrutan tenaga non-ASN dapat dipercepat, agar petugas kebersihan yang dirumahkan bisa kembali bekerja.
“Sekarang petugas kami 150 orang. Cuma tidak mungkin 150an tenaga meng-cover pekerjaan yang 300an. Karena mereka punya wilayah atau tupoksi sendiri-sendiri,” pungkasnya.

