Dari lahan bekas tambang yang kini mulai menghijau hingga komitmen pelibatan industri, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi arah kebijakan lingkungan di Banten.
“Menanam untuk masa depan berkelanjutan,” tandas Andra Soni.
Kepala DLHK Banten, Wawan Gunawan yang juga merupakan Ketua HMPI 2025, melaporkan bahwa tahun ini ditanam 19.089 pohon, terdiri atas 15.115 pohon kayu-kayuan dan 3.974 pohon buah-buahan (MPTS)
Penanaman dilakukan di Brigif 87 dan Yonif 841 sebagai lokasi utama dengan total 7.334 bibit, serta di 23 Kelompok Tani Hutan, sekolah, dan tiga Batalyon TNI lainnya.
Menariknya, seluruh penyelenggaraan kegiatan dilakukan tanpa APBD, sepenuhnya hasil kolaborasi dan CSR perusahaan.
Kepala Bidang PPK DLHK Banten, Irwan Setiawan, menyampaikan bahwa 101 perusahaan terlibat dalam kegiatan ini.
“Kami berharap perusahaan tidak kapok. Dengan pelaporan yang jelas, belanja yang terang, mereka bisa melihat bahwa kontribusi mereka terkelola dengan baik,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan tambahan PPLH (Pengawas Lingkungan Hidup) agar pengawasan terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan bisa berjalan optimal.
“Kami belum dibekali dengan petugas PPLH yang mencukupi, harapannya tahun ini mungkin bisa terangkat minimal ada 3-5 PPLH dan mudah-mudahan ini jadi prioritas Badan Kepegawaian Daerah,” tandasnya.
Direktur PATTIRO, Fitria Muslih, melihat kegiatan ini sebagai praktik baik dalam mewujudkan pemerintahan yang kolaboratif.
“Selama ini program lingkungan sering hanya dilakukan pemerintah dan masyarakat. Kali ini ada lebih dari 100 perusahaan yang terlibat, dan itu menunjukkan kesadaran yang tumbuh,” katanya.
Ia menilai lokasi bekas galian tambang yang kini mulai menghijau adalah bukti bahwa rehabilitasi bukan hal mustahil.
“Saat survei pertama kondisi tempat ini masih gersang. Hari ini, ribuan lubang tanam sudah terisi pohon. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki lahan kritis,” ucapnya.
Fitria juga menyoroti tanggung jawab perusahaan terhadap kerusakan lingkungan.

