Sementara itu, dokter spesialis bedah plastik dr. Sweety Pribadi menambahkan dampak psikologis akibat kehilangan payudara sering kali lebih berat dibandingkan aspek medisnya sendiri. Dengan teknik rekonstruksi yang tepat, pasien dapat pulih tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional.
Selain memungkinkan pengangkatan jaringan kanker tanpa mengorbankan bentuk payudara sehingga hasil akhir tetap terlihat alami, OBCS pun menawarkan berbagai manfaat tambahan, antara lain:
Menjadi alternatif mastektomi (pengangkatan total payudara) bagi pasien yang membutuhkan pengangkatan lebih dari 20 persen volume payudaranya akibat tumor berukuran besar.
“Mencegah perubahan bentuk yang tidak diinginkan setelah pengangkatan kanker, terutama jika tumor berada di area yang berperan penting dalam estetika payudara, seperti di belakang puting, bagian dalam, atau kuadran bawah payudara (bagian-bagian ini rentan mengalami perubahan bentuk yang mencolok tanpa rekonstruksi pasca-operasi),” tuturnya.
Untuk memberikan solusi bagi wanita yang sebelumnya memiliki kondisi tertentu pada payudaranya, seperti ptosis (payudara kendur), makromastia (ukuran payudara yang terlalu besar), atau ketidakseimbangan bentuk alami, selain akibat pengangkatan kanker.
Sebagai rumah sakit yang telah berdiri sejak tahun 1996, RS Siloam Lippo Village terus menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan teknologi modern dan tim medis berpengalaman. Rumah sakit ini memiliki keunggulan dalam layanan onkologi, termasuk:
Tim multidisiplin terintegrasi, yang terdiri dari dokter spesialis bedah onkologi, onkologi medis, radiologi, dan bedah plastik untuk memastikan penanganan yang komprehensif.
Fasilitas diagnostik canggih, termasuk mamografi digital, USG payudara, dan MRI untuk mendeteksi kanker payudara secara lebih akurat dan dini.
Teknik bedah minimal invasif, yang memungkinkan pemulihan lebih cepat dengan hasil yang lebih presisi dan minim efek samping.
Layanan rekonstruksi payudara modern, yang memberikan opsi terbaik bagi pasien untuk tetap merasa nyaman dengan tubuh mereka pasca-operasi. Pendekatan berbasis pasien, dengan dukungan psikososial bagi pasien kanker payudara melalui program edukasi dan pendampingan.

