News
Beranda » News » Dokumenter Baru Ungkap Identitas Pembunuh Shireen Abu Akleh

Dokumenter Baru Ungkap Identitas Pembunuh Shireen Abu Akleh

GELUMPAI.ID — Dokumenter baru mengungkap identitas tentara Israel yang menembak jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh. Film berjudul Who Killed Shireen? dirilis oleh Zeteo di Washington, DC, pada Kamis.

Dokumenter berdurasi 40 menit ini menyebut pelaku adalah tentara Israel berusia 20 tahun. Ia sedang menjalani tugas tempur pertamanya di Tepi Barat yang diduduki.

Produser eksekutif dokumenter, Dion Nissenbaum, mengatakan timnya berupaya mengungkap rahasia yang disembunyikan Israel. Temuannya diharapkan memicu investigasi lebih lanjut oleh Amerika Serikat.

“Pemerintahan Biden awalnya menyimpulkan bahwa seorang tentara Israel sengaja menargetkan Shireen, tetapi kesimpulan itu dibatalkan secara internal,” ujar Nissenbaum.

Ia menambahkan bahwa ada bukti mengkhawatirkan soal penyembunyian kasus oleh Israel dan pemerintahan Biden. “Mereka membiarkan tentara itu lolos tanpa pertanggungjawaban,” katanya.

Anton Abu Akleh, kakak Shireen, menyebut dokumenter ini sangat penting bagi keluarganya. “Saya yakin ini akan membuktikan bahwa dia sengaja ditargetkan seperti jurnalis lain di Palestina oleh tentara Israel,” ucapnya.

Mengutip laman Al-Jazeera, Shireen tewas pada 11 Mei 2022 saat meliput razia Israel di kamp pengungsi Jenin. Ia mengenakan helm dan rompi pers yang jelas saat ditembak.

Al Jazeera menyebut pembunuhan itu sebagai “pembunuhan berdarah dingin”. Investigasi oleh media, kelompok HAM, dan PBB menyimpulkan Shireen kemungkinan sengaja dibunuh tentara Israel.

Israel awalnya menyalahkan pejuang Palestina atas kematian Shireen. Namun, mereka akhirnya mengakui pasukannya bertanggung jawab, menyebutnya sebagai “kecelakaan”.

Pada 2023, militer Israel menyatakan “sangat menyesal” atas kematian Shireen. Namun, mereka memutuskan tidak akan menuntut tentara yang terlibat.

AS menghentikan desakannya untuk investigasi kriminal Israel setelah permintaan maaf tersebut. Kematian Shireen mem sandal menarik perhatian dunia dan menyoroti pembunuhan jurnalis Palestina oleh Israel.

Reporters Without Borders melaporkan hampir 200 jurnalis tewas akibat serangan Israel di Gaza dalam 18 bulan pertama perang. Sedikitnya 42 di antaranya tewas saat bertugas.

Laman: 1 2