News
Beranda » News » Dolar AS Stabil Meski Ada Spekulasi Pemotongan Suku Bunga

Dolar AS Stabil Meski Ada Spekulasi Pemotongan Suku Bunga

GELUMPAI.ID – Dolar AS diperdagangkan dalam kisaran sempit pada Kamis (12/12) setelah mencapai level tertinggi dua minggu di sesi sebelumnya. Penguatan ini didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS, meskipun pasar memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Di sisi lain, dolar Australia (Aussie) melonjak setelah data pekerjaan di Australia melampaui ekspektasi, sementara euro cenderung stabil menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB).

Kenaikan imbal hasil obligasi AS pada Rabu (11/12) memberikan dukungan bagi dolar. Penjualan obligasi tenor panjang oleh Departemen Keuangan AS serta data yang menunjukkan defisit anggaran AS yang melebar turut mendorong sentimen.

Indeks harga konsumen (CPI) AS untuk November mencatat kenaikan 0,3%, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak April. Data ini mendorong pasar untuk memperkirakan peluang 98,6% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17-18 Desember, menurut alat CME FedWatch. Sebagai perbandingan, seminggu yang lalu peluangnya hanya 78,1%.

Namun, prospek kebijakan suku bunga The Fed setelah Desember masih menjadi pertanyaan. “USD kemungkinan tetap diminati karena kekhawatiran atas perlambatan disinflasi yang mendukung proyeksi pasar untuk laju penurunan suku bunga FOMC yang lebih lambat tahun depan,” ujar Carol Kong, ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia.

Pergerakan Mata Uang Global

  • Indeks Dolar: Turun tipis 0,07% ke 106,53, mendekati level tertinggi dua minggu di 106,81 yang dicapai Rabu.
  • Dolar ke Yen: Melemah 0,21% ke 152,14 yen, setelah mencapai 152,845 yen, level tertinggi sejak 27 November. Spekulasi penundaan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) terus berlanjut setelah laporan Bloomberg menyebut BoJ “tidak melihat banyak risiko” untuk menunggu.

Aussie dan Kiwi Melonjak

Aussie naik 0,6% menjadi $0,64075, pulih dari level terendah sejak November 2023 yang disentuh Rabu di $0,63370. Lonjakan ini terjadi setelah data pekerjaan Australia menunjukkan pertumbuhan lebih baik dari perkiraan.

Dolar Selandia Baru (Kiwi) juga menguat 0,29% ke $0,58010 setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak November 2022.

Pergerakan Mata Uang Lainnya

  • Euro: Stabil di $1,0506, naik 0,09% menjelang pertemuan ECB, yang diperkirakan akan memutuskan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Fokus pasar ada pada sinyal kebijakan suku bunga di masa depan.
  • Pound Sterling: Menguat 0,14% menjadi $1,2768.
  • Franc Swiss: Diperdagangkan di 0,88315 per dolar, dengan pasar menanti potensi pemotongan suku bunga oleh Bank Nasional Swiss hingga 50 basis poin.
  • Dolar Kanada: Bertahan di C$1,41435 setelah Bank of Canada memangkas suku bunga kebijakan sebesar 50 basis poin menjadi 3,25% pada Rabu untuk mendukung pertumbuhan yang melambat.

Yuan dan Kebijakan China

Yuan offshore diperdagangkan di 7,2735 per dolar, naik 0,10%, di tengah spekulasi bahwa China mempertimbangkan kebijakan pelemahan mata uang tahun depan. Politbiro China sebelumnya menyatakan akan mengadopsi kebijakan moneter yang “cukup longgar” untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.