GELUMPAI.ID – Marc Marquez boleh saja mendominasi MotoGP 2025 dengan kemenangan beruntun, tapi sang juara dunia delapan kali itu mengaku suatu saat pasti akan merasakan kalah dari rekan setimnya.
Menurutnya, Francesco Bagnaia yang kini jadi partner di Ducati pabrikan sebenarnya lebih dekat daripada yang terlihat di hasil balapan.
Sejak debut kelas premier pada 2013, Marquez selalu mengungguli rekan setimnya seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Pol Espargaro, dan Joan Mir saat di Honda.
Bahkan musim lalu, ia tetap lebih superior dibanding sang adik, Alex Marquez, di Gresini Ducati.
Namun tantangan terbesar muncul tahun ini ketika Marquez bersanding dengan satu-satunya juara dunia ganda aktif MotoGP, Francesco Bagnaia.
Meski begitu, hasil di lintasan masih timpang: Marquez menyapu bersih 14 kemenangan terakhir dan unggul 175 poin di klasemen. Sementara Bagnaia baru sekali menang, itu pun setelah Marc terjatuh di COTA.
Dalam tiga seri terakhir, Bagnaia bahkan gagal naik podium, membuatnya tertinggal 227 poin dari Marquez dan 52 poin dari Alex.
Meski begitu, Marc tetap memberi kredit pada rekannya itu.
“Saya tidak bisa menjawab dengan jujur bagaimana rasanya kalah dari rekan setim, karena sejak awal karier saya selalu menang. Tapi saya yakin nanti akan merasakannya, karena itu proses alami. Suatu saat akan ada orang yang mengalahkan saya dengan motor yang sama,” kata Marquez di akhir pekan Balaton Park.
Ia menambahkan, “Rekan setim selalu jadi tekanan ekstra, tapi sekaligus motivasi. Saya sendiri pernah melakukan kesalahan saat coba mengejar Pedrosa dulu.”
Situasi ini mengingatkan pada Valentino Rossi, yang selalu unggul dari rekan setimnya ketika fit, sebelum akhirnya Jorge Lorenzo membalik keadaan di Yamaha.
Meski terlihat tertinggal jauh, Marquez menilai Bagnaia tetap punya kualitas besar.
“Saya pikir Pecco cukup pintar dan berpengalaman. Dia sudah dua kali juara dunia. Sekarang dia hanya kehilangan sedikit rasa percaya diri, dan itu bisa membuatmu kehilangan 0,030–0,040 detik tiap titik pengereman. Itu jadi dua persepuluh per lap,” ucap Marc.

