GELUMPAI.ID – Beberapa dosen di Universitas Gadjah Mada melakukan aksi demonstrasi pada hari Rabu untuk menuntut pencairan tunjangan kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Demonstrasi tersebut berlangsung di gedung Balairung UGM, dengan peserta membawa berbagai spanduk yang berisi pesan seperti “Pejabat Makan Terus Pendidikan Tak Terurus” dan “Tukin For All”.
Koordinator aksi, Amalinda Safirani, menyatakan bahwa tunjangan kinerja untuk dosen dan ASN di Kemdiktisaintek belum dibayarkan sejak 2020. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa tunjangan kinerja dengan besaran rata-rata Rp5 juta per bulan akan semakin sulit dicairkan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran negara.
“Ya ini aksi yang merupakan solidaritas kami dengan teman-teman ASN lain yang sebetulnya dari segi isu sudah bergulir beberapa kali beberapa lama ya,” ujar Koordinator Serikat Pekerja Fisipol (SPF), Amalinda Savirani, ditemui awak media, pada Rabu (12/2/2025).
“Tapi yang paling penting yang digarisbawahi, solidaritas karena PTNBH UGM kan sebetulnya beda pengaturannya kan dengan universitas negeri lain yang belum PTNBH, Makanya aksinya solidaritas karena kalau ada yang bilang UGM sebenarnya kan PTNBH sudah relatif cukup gitu, tapi sebetulnya ini bukan soal hanya kami tapi ini mencakup semua teman-teman dosen ASN seluruh Indonesia baik PTNBH maupun tidak,” sambungnya, dikutip dari LambeTurah.co.id, pada Jumat (14/2).
Sebelum mengakhiri demonstrasi, para pengunjuk rasa berjanji akan terus melanjutkan aksi mereka hingga tuntutan untuk pencairan tunjangan kinerja terpenuhi.

