News
Beranda » News » Dosen Unair Nilai Program Makan Bergizi Gratis Kurang Optimal

Dosen Unair Nilai Program Makan Bergizi Gratis Kurang Optimal

10

GELUMPAI.ID – Dosen Gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh, mengkritisi implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, beberapa menu belum memenuhi pedoman gizi seimbang sesuai standar Kementerian Kesehatan.

“Menu di beberapa sekolah hanya terdiri dari nasi, protein hewani, dan buah, tanpa sayuran. Jadi secara kuantitas belum memenuhi 40 persen total kalori sehari,” ujar Lailatul pada Kamis, 9 Januari 2025.

Kurangnya Keberagaman Menu
Pedoman gizi seimbang yang dikenal sebagai “Isi Piringku” menggarisbawahi pentingnya keberagaman pangan, termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air. Namun, Lailatul mencatat program ini belum menyediakan unsur seperti sayuran dan susu.

Susu, yang kaya kalsium dan protein, telah dihapus dari menu MBG. Sebagai alternatif, Lailatul menyarankan penggunaan produk seperti yogurt, keju, atau bahan lokal seperti tempe dan ikan teri untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Evaluasi Berkala Diperlukan
Lailatul juga menyarankan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program MBG. Ia menyebutkan perlunya analisis sisa makanan (plate waste analysis) serta tinjauan aspek seperti tingkat penerimaan siswa, guru, dan orang tua.

“Evaluasi bisa meliputi status gizi anak, prestasi akademik, dan kesadaran akan pentingnya gizi,” imbuhnya.

Program MBG telah diimplementasikan di 26 provinsi sejak 6 Januari 2025. Meski demikian, berbagai aspek teknis masih perlu diperbaiki untuk mencapai tujuan program secara maksimal.