GELUMPAI.ID – Rencana pembangunan lima tahun ke depan di Kota Serang akhirnya punya pegangan resmi.
DPRD Kota Serang telah mengesahkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang 2025–2029 dalam rapat paripurna yang digelar pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, menegaskan bahwa RPJMD ini tak boleh hanya jadi formalitas di atas kertas.
Ia meminta Pemkot Serang menjadikan dokumen ini sebagai pedoman utama dalam pembangunan.
“Tentu kami berharap RPJMD ini benar-benar dipatuhi oleh Pemkot Serang dalam menjalankan pembangunan. Jangan sampai RPJMD ini hanya sebatas dokumen saja,” ujarnya.
Muji menyebut bahwa seluruh janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, seperti program seragam sekolah gratis dan kenaikan honor RT, RW, serta guru ngaji, telah masuk dalam RPJMD.
“Kalau mau dieksekusi, program itu harus masuk RPJMD. Maka, 13 janji politik tersebut sudah diakomodir,” katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa janji-janji itu perlu dukungan anggaran besar.
Karena itu, perencanaan pendanaan harus disiapkan matang agar realisasinya tidak sekadar janji belaka.
“Seperti seragam gratis, itu butuh anggaran besar. Begitu juga dengan kenaikan honor RT, RW, guru ngaji, dan perluasan cakupan penerima. Jadi pendanaannya harus siap,” tegas Muji.
Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan dasar seperti pendidikan. Oleh karena itu, RPJMD juga mencantumkan rencana penambahan Rombongan Belajar (Rombel) dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), untuk menjangkau daerah yang masih kekurangan akses pendidikan.
Sementara itu, Walikota Serang, Budi Rustandi, memastikan bahwa program unggulan akan segera direalisasikan.
Salah satunya, seragam gratis yang dijadwalkan mulai dijalankan pada tahun 2026.
“Untuk seragam gratis, salah satunya akan segera dilaksanakan pada 2026 mendatang. Karena pembahasan APBD 2026 sudah berjalan sejak saya menjabat,” ujar Budi.
RPJMD 2025–2029 ini merupakan pengejawantahan visi dan misi yang diusung Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia dalam Pilkada lalu. Kini, tinggal bagaimana Pemkot menunaikannya satu per satu.

