“Kalau kabel kan beda program, cuma kenapa kita sinergikan, kita kolaborasikan, biar tidak ada pekerjaan dua kali. Jangan sampai ada pembongkaran dua kali, setelah pedestrian selesai nanti ada pemasangan kabel,” ujarnya.
Adapun area pedestrian di kawasan Royal memiliki ukuran bervariasi, mulai dari 2,5 meter hingga 4 meter, dengan panjang keseluruhan sekitar satu kilometer.
Terkait tantangan di lapangan, Iwan menyebut bahwa koordinasi dengan para pemilik toko menjadi salah satu hal yang terus diupayakan agar aktivitas jual-beli tidak terganggu secara signifikan.
“Yang pasti kita banyak edukasi ke pemilik toko. Karena satu, pasti mengganggu aktivitas jual-beli pertokoan yang ada, tapi tidak terlalu mengganggu pasti. Aktivitas jual-beli masih bisa dilaksanakan, cuma agak sedikit terganggu pasti. Debu, bising, cuma yang terpenting adalah ini kita akan coba percepat supaya kegiatan jual-beli di pertokoan ini enggak terlalu banyak terganggu terlalu lama,” jelasnya.
Untuk mempercepat pengerjaan, pihaknya juga mendorong penambahan tenaga kerja di lapangan.
Dari hasil koordinasi, diketahui terdapat delapan tim pelaksana yang bekerja di proyek tersebut, meski jumlah personel per tim belum diketahui secara detail.
“Kalau bicara percepatan, tentunya kita juga kepada pihak pelaksana terus mendorong. Dengan melihat progres dan metode pelaksanaan, kami mendorong juga pertambahan personil sebetulnya,” ungkapnya.
Proyek revitalisasi kawasan Royal ini menelan anggaran sekitar Rp10 miliar, dengan hasil lelang mencapai Rp9 miliar.
Iwan berharap percepatan pembangunan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dan mengubah wajah kawasan Royal menjadi lebih tertata, nyaman, dan modern.

