GELUMPAI.ID — Drama perintah tim antara Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di radio selama Grand Prix Miami dianggap tak relevan. Ferrari tampil buruk, hanya menjadi mobil tercepat kelima di grid.
Leclerc dan Hamilton saling bertukar posisi dua kali di balapan. Namun, keduanya gagal mengejar mobil di depan.
Ferrari finis di posisi ketujuh dan kedelapan. Bahkan, Williams FW47 tampil lebih kompetitif di Hard Rock Stadium.
Hamilton menyindir tim via radio saat terjebak di belakang Leclerc. Ia meminta bantuan saat Ferrari ragu memberikan perintah.
“Ambil istirahat teh sekalian,” kata Hamilton saat tim mempertimbangkan strategi.
Keputusan memprioritaskan Hamilton tak membuahkan hasil. Ban mediumnya sudah aus saat ia terjebak di belakang Leclerc.
Leclerc, yang kini lebih cepat, justru rugi di udara kotor. Ferrari lalu mengembalikan posisi mereka.
Menurut laporan dari CRASH, analis F1 Peter Windsor menyebut drama radio ini tak penting. “Fokus seharusnya pada betapa buruknya performa Ferrari,” katanya.
“Semua pembicaraan soal ‘kamu lakukan ini’ atau ‘aku seharusnya lewati di tikungan 11’ sia-sia,” ujar Windsor.
Ferrari tampil mengecewakan dengan livery sponsor spesial mereka. “Lupakan Miami, ini akhir pekan yang buruk untuk Ferrari,” tambahnya.
Hamilton sempat tertekan oleh Carlos Sainz dari Williams. Sainz, yang digantikan Hamilton di Ferrari, nyaris menyalipnya.
“Carlos hanya 4,2 detik di belakangmu,” kata insinyur Hamilton via radio.
“Apa kalian juga mau membiarkannya lewat?” balas Hamilton.
Leclerc sempat mendekati Andrea Kimi Antonelli di akhir balapan. Namun, ia gagal menyalip, hanya terpaut satu detik.
Williams, dipimpin Alex Albon, mengungguli Ferrari dengan mudah. Performa buruk Ferrari menjadi sorotan utama.
Windsor ingin melihat diskusi internal Ferrari pasca-balapan. “Saya ingin ada di ruang rapat saat Leclerc dan Hamilton bicara dengan insinyur,” tuturnya.

