GELUMPAI.ID — Sebuah kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza diserang drone Israel. Serangan terjadi di perairan internasional dekat Malta pada Jumat.
Kapal milik Freedom Flotilla Coalition (FFC) mengalami kebakaran. Serangan diduga menargetkan generator kapal.
Lubang besar di lambung kapal mengancam tenggelam. FFC mengorganisir misi ini di bawah kerahasiaan media.
Tujuannya menghindari sabotase. Kapal membawa 30 orang dari 21 negara. Ada tokoh-tokoh penting di dalamnya. Kapal mengeluarkan sinyal darurat SOS.
Siprus mengirim kapal bantuan. Namun, kapal itu tak menyediakan dukungan listrik yang dibutuhkan.
Mengutip laman Middle East Eye, awak kapal kehilangan daya dan komunikasi. Pemerintah Malta mengarahkan kapal tunda untuk membantu.
Semua penumpang dipastikan selamat.
“Duta besar Israel harus dipanggil,” kata FFC dalam pernyataan.
Mereka menuntut penjelasan atas pelanggaran hukum internasional. Serangan ini terjadi dua bulan setelah Israel menghentikan semua bantuan ke Gaza. Blokade ini adalah yang terberat sejak perang dimulai.
Sekitar 91 persen penduduk Gaza menghadapi krisis pangan. Anak-anak yang dirawat karena malnutrisi meningkat 80 persen. Sebanyak 92 persen anak usia 6 bulan hingga 2 tahun kekurangan nutrisi.
Sekitar 65 persen penduduk Gaza tak punya akses air bersih. Sedikitnya 50 anak Palestina meninggal akibat malnutrisi.
Perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 52.000 orang. Lebih dari 15.000 di antaranya adalah anak-anak. Sebanyak 118.000 orang terluka. Sekitar 10.000 lainnya dilaporkan hilang.
“Blokade ini memperburuk penderitaan warga Gaza,” ujar Munir al-Bursh.
“Kami menghadapi krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi,” tegasnya.

