Bisnis & Ekonomi
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Dua Instrumen Baru Adira Finance Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Dua Instrumen Baru Adira Finance Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

GELUMPAI.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatat dua instrumen baru milik PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk pada 22 Oktober 2025, yaitu Obligasi Berkelanjutan VII Adira Finance Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap II Tahun 2025.

Pencatatan ini menambah daftar panjang emisi surat utang dan sukuk korporasi di pasar modal Indonesia sepanjang tahun berjalan.

Adapun rincian penerbitan Obligasi Berkelanjutan VII Adira Finance Tahap II Tahun 2025 terdiri dari dua seri.

Seri A (kode ADMF07ACN2) memiliki nilai nominal sebesar Rp900 miliar dengan tingkat bunga 5,50 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi.

Sementara Seri B (kode ADMF07BCN2) bernilai Rp750 miliar dengan tingkat bunga 5,65 persen per tahun dan tenor 36 bulan.

Selain obligasi, Adira Finance juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2025 yang terbagi menjadi dua seri.

Seri A (kode SMADMF06ACN2) memiliki nilai nominal Rp400 miliar dengan indikasi tingkat nisbah setara 5,50 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari.

Sedangkan Seri B (kode SMADMF06BCN2) bernilai Rp300 miliar dengan indikasi tingkat nisbah setara 5,65 persen per tahun dan tenor 36 bulan.

Baik obligasi maupun sukuk tersebut memperoleh peringkat tertinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), masing-masing idAAA (Triple A) untuk obligasi dan idAAA(sy) atau Triple A Syariah untuk sukuk.

Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.

Sepanjang tahun 2025, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di BEI mencapai 146 emisi dari 72 emiten dengan nilai mencapai Rp170,49 triliun.

Dengan tambahan pencatatan terbaru dari Adira Finance, total keseluruhan emisi obligasi dan sukuk di BEI kini berjumlah 648 emisi, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp530,18 triliun dan USD129,79 juta dari 137 emiten.

Selain itu, BEI juga mencatat 191 seri Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai nominal Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta, serta tujuh emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,13 triliun.