GELUMPAI.ID – Ducati akhirnya mengungkapkan livery 2025 mereka dengan menghadirkan dua nama besar: Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Diluncurkan di pegunungan Madonna di Campiglio, Italia, mereka tampil sebagai pasangan tim MotoGP yang mempesona, siap membawa Ducati meraih lebih banyak kejayaan.
Meski tetap dipromosikan oleh Lenovo, livery Ducati 2025 tak jauh berbeda dari edisi sebelumnya. Namun, yang menarik perhatian adalah kehadiran nomor 93 milik Marquez, bintang terbesar di grid MotoGP saat ini.
“Harapannya, 2025 akan menjadi tahun yang seru, penuh pertarungan untuk kemenangan,” kata Marquez tentang musim baru yang akan datang. Bagnaia pun tak kalah semangat, “Saya tidak sabar untuk memulai lagi,” ujarnya.
Ducati telah mendominasi gelar konstruktor selama lima tahun berturut-turut, sementara Marquez dan Bagnaia merupakan satu-satunya pembalap yang telah meraih lebih dari satu gelar juara dunia di kelas utama. Total, mereka berdua mengoleksi 11 gelar dunia, sebuah pencapaian luar biasa dalam dunia balap.
Menurut Gigi Dall’Igna, salah satu tokoh Ducati, “Kita memiliki dua juara, pembalap terbaik di grid menurut saya.” Meski musim lalu Bagnaia harus puas berada di posisi kedua setelah kalah tipis dari Jorge Martin, Marquez menunjukkan kebangkitan dengan tiga kemenangan dan finish ketiga di klasemen.
Ducati akhirnya memilih Marquez untuk mengisi posisi di tim pabrikan meski telah ada sejumlah pilihan pembalap lain seperti Martin. CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengakui bahwa keputusan memilih Marquez memang kontroversial, terutama di Italia karena perseteruan masa lalu dengan Valentino Rossi, namun tak ada yang meragukan bakat Marquez.
Marquez, yang kini berusia 31 tahun, tentu ingin merebut gelar juara kelas utama ketujuh, sebuah pencapaian yang akan menyamakan dirinya dengan legenda seperti Valentino Rossi. Meski demikian, Bagnaia juga berpeluang mencatatkan sejarah sebagai pembalap pertama yang bisa mengalahkan Marquez dalam tim yang sama.
Marquez sendiri mengungkapkan tantangan baru yang dihadapinya bekerja bersama Bagnaia, yang merupakan pembalap andalan Ducati. “Saya harus mendekatkan diri padanya karena dialah referensi yang membuat Ducati kembali juara,” ujar Marquez, yang harus mengakhiri kontrak dengan Red Bull demi kontrak Monster Energy di tim pabrikan Ducati.

