GELUMPAI.ID — Ducati mendominasi MotoGP 2025, namun persaingan mulai memanas. Yamaha dan pebalapnya, Fabio Quartararo, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Ducati meraih kemenangan di setiap sprint dan grand prix musim ini. Alex Marquez memperpanjang rekor kemenangan Minggu menjadi 22 di GP Spanyol.
Namun, Quartararo mengakhiri dominasi pole position Ducati di Jerez. Ia merebut pole dari Marc Marquez.
Quartararo finis kedua di grand prix Jerez. Ia mampu menahan laju pebalap Ducati, Pecco Bagnaia.
Podium ini jadi yang pertama bagi Yamaha sejak GP Indonesia 2023. Ini juga menandai kebangkitan motor Jepang di kancah MotoGP.
Menurut laporan dari CRASH, CEO Ducati Claudio Domenicali memuji capaian Quartararo. Ia mewaspadai kerja keras pabrikan lain.
“Ini momen luar biasa,” kata Domenicali kepada GPOne. “Keberhasilan ini hasil dari kerja keras sejak lama.”
Namun, ia menambahkan, “Fabio Quartararo menunjukkan kekuatannya Minggu ini. Ini berarti pabrikan lain bekerja keras, memanfaatkan konsesi.”
Aturan konsesi sejak 2024 memungkinkan Yamaha dan Honda mengembangkan motor lebih leluasa. Mereka bisa menguji dengan pebalap pabrikan dan menggunakan lebih banyak mesin.
“Saya pikir jarak ini akan semakin sempit,” ujar Domenicali. “Pabrikan lain akan mengejar kami!”
Honda juga menunjukkan kemajuan. Johann Zarco mencatatkan hasil lima besar pertama sejak 2023.
Di Qatar, KTM sempat menantang Ducati lewat Maverick Vinales. Ia memimpin beberapa lap sebelum akhirnya finis di posisi 14 akibat penalti tekanan ban.
Satu-satunya kekalahan Ducati sejak 2024 terjadi di GP Amerika. Aprilia berhasil mengungguli mereka.
Dominasi Ducati tetap kuat, namun tantangan semakin nyata. Pabrikan lain mulai menunjukkan taring mereka.
Quartararo dan Yamaha menjadi ancaman serius. Ducati harus bersiap menghadapi persaingan yang lebih sengit.

