GELUMPAI.ID – Sejak diumumkan pada Juni lalu, kekosongan yang terjadi saat Marc Marquez bergabung dengan tim Ducati Lenovo di MotoGP 2025 jadi bahan gosip hangat. Peluncuran resmi tim di Madonna di Campiglio justru menambah sensasi. Bukan hanya bergabung dengan Ducati, Marquez akan bergabung dengan salah satu pasangan paling memikat di MotoGP: dia dan Francesco Bagnaia.
Ducati kini memiliki formasi paling kuat dalam sejarah mereka, memadukan kekuatan Marquez, dengan enam gelar juara dunia di kelas utama, dan Bagnaia, sang juara dunia dua kali. Total gelar mereka? Sebelas!
Di balik duo fenomenal ini, ada satu sosok yang tak terlihat tapi memegang kendali penuh: Gigi Dall’Igna. Sang jenius teknik yang telah mentransformasi Ducati selama sepuluh tahun terakhir. Ini menjadikan Ducati tim yang sangat difavoritkan untuk menang, dengan Marquez dan Bagnaia yang sepertinya akan bertarung untuk setiap podium.
Namun, apakah semua ini tanpa gesekan? Sebuah pengingat klasik datang dari sejarah persaingan Yamaha antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, yang berawal dengan ketegangan yang akhirnya berujung pada perpisahan yang menggetarkan.
Marquez memang tak pernah sembunyi-sembunyi soal ambisinya. Sejak 2020, dia mulai memainkan taktik-taktik licik di luar lintasan. Puncaknya, saat dia memutuskan menolak tawaran Pramac Ducati dan mendesak pabrikan untuk mengangkatnya ke tim utama, atau memberi kesempatan padanya di Gresini. Ducati pun kebingungannya membuat keputusan besar untuk menggantikan Jorge Martin dan membawanya bergabung.
Keputusan itu mungkin sudah mempengaruhi struktur Ducati, bahkan membuat beberapa pembalap dan tim satelit pergi. Tetapi pengaruh Marquez jelas nyata, bahkan merubah peta persaingan.
Marquez dan Bagnaia sudah beberapa kali beradu keras di lintasan. Di GP Portugal, misalnya, mereka terlibat dalam insiden yang membuat keduanya saling tuding. Namun, situasi kali ini bakal berbeda. Ketidakharmonisan kecil itu kemungkinan bakal berkembang jadi persaingan panas sepanjang 2025. Perbedaan di motor, seperti yang diketahui, semakin kentara di GP23 dan GP24.

