“Padahal datang sudah rapi, bawa CV, sudah siap mental untuk melamar. Malah diprospek untuk jadi member MLM,” ujarnya sembari tertawa.
Menurutnya, kelompok oknum MLM itu memang sengaja mengintai mahasiswa penerima beasiswa KIP-K yang ada di Kota Serang. Sebab, mereka tahu bahwa dalam waktu dekat, mahasiswa penerima KIP-K akan cair beasiswanya.
“Mereka sih bilang, selain ngutang atau jual barang, pakai aja dana KIP-K nanti pas udah cair. Saya ditawarin buat gabung sekitar Rp2 jutaan, yang ngeprospek sih cowok, yang ngajak cewek,” ungkapnya.
Ia mengaku memiliki pengetahuan mengenai pola bisnis MLM, ponzi dan money game seperti ini. Memang jika MLM berjalan sebagaimana mestinya, yaitu menjual produk, tidak jadi masalah. Tapi yang ditekankan oleh mereka adalah menarik sebanyak-banyaknya member baru.
“Bahasanya gini ‘iya kamu jual barang, tapi hasilnya kecil. Kamu dapat lebih banyak kalau berhasil undang orang’. Kalau kayak begini kan jadinya ponzi ya kak, bukan jualan barang tapi jualan orang,” katanya.
Pengalaman hampir terjerat dugaan skema ponzi juga diceritakan oleh mahasiswa lainnya, sebut saja Enzo. Ia mengaku bahwa dia juga sempat datang ke markas dari para oknum praktisi tersebut.
Awalnya, ia diminta oleh temannya untuk menemani ke markas tersebut, untuk membicarakan perihal bisnis. Namun sesampainya di sana, ia dan temannya dipisah ruangannya oleh pihak dari para oknum.
“Ketika datang, kami dipisah tuh. Saya mah sendiri di ruangan terpisah. Dijejalin banyak hal terkait bisnis yang mereka jalani. Yang ngobrol sama saya sih perempuan,” ujarnya saat diwawancara.
Menurutnya, prospek bisnis yang dijanjikan memang sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, mereka menawarkan penghasilan jutaan rupiah dalam sehari, hanya dengan berjualan produk saja.
Bahkan, ia yang mulanya merasa janggal dengan pola bisnis yang dipaparkan, seolah-olah terhipnotis seiring dengan semakin lamanya ia mendengar pemaparan yang disampaikan oleh mereka. Pendekatan yang personal dan persuasif, meningkatkan kepercayaan dirinya akan prospek yang dijanjikan.

