“Jujur saya sendiri hampir termakan oleh omongan mereka. Soalnya pendekatan mereka benar-benar personal, dipegang-pegang tangan, dielus-elus, dikasih coba produk yang dijualnya secara langsung,” tuturnya menjelaskan.
Uniknya, ia berhasil lepas dari jeratan tersebut lantaran dia sama sekali tak memiliki uang untuk bisa ikut dalam program tersebut. Pasalnya, ia diminta untuk membayar sebesar Rp3,5 juta agar bisa ikut program dan membeli barang yang dijual.
Namun, hal yang membuat dirinya sadar bahwa model bisnis ini tidak benar adalah proses rekrutmennya yang lama kelamaan menjadi sangat memaksa. Bahkan, ia diarahkan untuk menjual barang hingga mengutang demi membayar biaya di awal tersebut.
“Saya disarankan untuk menggadaikan barang, pinjam uang ke teman, bank atau pinjaman online. Bahkan katanya, jual aja dulu laptop, nanti pas udah balik modal dari bisnis mereka, beli lagi laptop yang baru,” tuturnya.
Temuan penelitian Rand, McCrae, dan Martin (2025), kelompok mahasiswa dengan karakteristik seperti Enzo, yakni laki-laki dan investor muda, memiliki kepercayaan diri yang berlebih dan merupakan karakteristik yang selaras dengan korban penipuan. Namun, Enzo berhasil keluar dari potensi jeratan tersebut.
Lebih Banyak Perempuan yang Terjerat
Enzo mengatakan, pada saat dia datang ke markas MLM itu, terdapat sekitar belasan calon member baru yang hadir di sana. Sebagian ada yang dia kenal, karena merupakan mahasiswa di kampus yang sama, dan merupakan sesama mahasiswa penerima KIP-K.
Di sana, calon member perempuan merupakan yang paling banyak. Saat diperkirakan jumlahnya, Enzo mengaku perbandingannya 3:1. “Kurang lebih sih segitu. Mayoritas mahasiswa baru kayak saya dan penerima KIP-K,” ujarnya.
Saat ditelusuri, Enzo mengaku bahwa lingkaran di sekitarnya pun telah terjerat oleh bisnis tersebut. Beberapa bahkan menggeluti bisnis secara serius, dan beberapa kali mengajak teman-teman lainnya untuk gabung ke bisnis itu.
“Yang terlihat serius memang banyaknya perempuan. Sering unggah yang kata mereka mentoring affiliate, terus unggah penghasilan harian puluhan ribu rupiah. Bahkan ada yang ikut berangkat ke pertemuan di luar daerah,” ucapnya.

