Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Dukung Verstappen, Alonso Disebut Masih Sakit Hati ke Hamilton

Dukung Verstappen, Alonso Disebut Masih Sakit Hati ke Hamilton

GELUMPAI.ID — Dukungan Fernando Alonso terhadap Max Verstappen rupanya menyimpan cerita lama yang belum tuntas.

Mantan pembalap F1, Johnny Herbert, mengklaim Alonso masih menyimpan rasa pahit terhadap Lewis Hamilton, rekan setimnya saat di McLaren pada musim 2007.

Alonso beberapa kali memuji Verstappen, termasuk saat GP Jepang dan GP China 2024.

Ia menyebut lap Verstappen di Suzuka sebagai “momen magis” dan menyatakan tak ada pembalap lain yang bisa menandingi performa itu.

Alonso juga mengatakan Verstappen mengingatkannya pada perjuangan beratnya saat hampir menjadi juara dunia di 2012 bersama Ferrari.

Namun, menurut Herbert, pujian Alonso terhadap Verstappen lebih dari sekadar kekaguman.

Berbicara kepada PokerFirma, Herbert menyebut ada luka lama yang belum sembuh dari masa lalu Alonso dengan Hamilton.

“Aku paham kenapa Fernando Alonso sangat mendukung Max Verstappen. Max dan Fernando belum pernah jadi rekan setim. Lewis dan Fernando sudah,” ujar Herbert.

“Waktu itu Alonso adalah juara dunia dua kali yang datang dengan kepercayaan diri penuh di McLaren tahun 2007. Ia pikir Hamilton yang masih muda itu akan mudah dikalahkan.”

“Tapi ternyata tidak seperti itu. Pertarungan sengit itu merusak hubungan mereka sejak saat itu.”

“Lewis datang dengan kejutan besar dan Alonso tidak bisa mendominasi sepenuhnya. Sejak itu, mungkin ada rasa pahit yang masih membekas,” lanjutnya.

Herbert juga mengungkap Alonso sempat merasa tak didukung penuh oleh bos McLaren saat itu, Ron Dennis.

“Sebagai pembalap, aku paham perasaan itu. Kamu percaya bisa menang, tapi merasa tidak didukung sesuai harapan. Itu menyakitkan.”

Herbert tak lupa memberikan kredit untuk Verstappen yang tetap tampil impresif meski merendah.

“Salut buat Max. Dia tetap tampil luar biasa bahkan saat bilang, ‘Saya nggak punya peluang,’” pungkasnya.

Musim 2007 memang menjadi salah satu musim paling panas dalam sejarah F1.

Hamilton yang kala itu masih rookie mampu menyamai poin Alonso, 109 angka, meski akhirnya kalah hitung poin dari Kimi Raikkonen.

Laman: 1 2