Baru-baru ini, Marsai mendapat tawaran film dari Netflix. Perannya menjanjikan, tapi mengandung konten seksual yang tak sesuai dengan nilai yang ia pegang.
“Aku nggak pengin harus buka-bukaan cuma buat buktiin kalau aku udah dewasa. Rasanya nggak perlu segitunya,” katanya.
Padahal, tawaran itu datang dengan bayaran tinggi. Tapi setelah berdiskusi dengan orang tuanya yang juga mengelola perusahaannya, Genius Entertainment, Marsai memutuskan menolak peran itu.
“Aku harus mutusin apakah ini jalan yang mau aku ambil. Dan aku memilih bilang tidak,” tegasnya.
Ia pun mengambil proyek film independen lain yang menurutnya lebih selaras dengan visinya. Film itu bercerita tentang hubungan ayah dan anak yang terpisah dan mencoba saling memaafkan.
“Kadang kita nggak lihat orang tua kita sebagai manusia biasa, sampai akhirnya kita sadar, ‘Oh, mereka juga kayak aku’,” jelasnya.
Kini, Marsai tampil di film thriller “G20” yang tayang di Prime Video mulai 10 April. Ia beradu akting dengan Viola Davis, yang juga bertindak sebagai produser.
“Dia nggak perlu minta dihormati. Kehadirannya sendiri sudah bikin orang hormat,” ujar Marsai soal Davis.
Di film itu, Davis berperan sebagai Presiden AS yang jadi target serangan teroris dalam konferensi internasional. Marsai berperan sebagai anak sang presiden yang punya karakter rebel.
Pengalaman bekerja bareng Davis membuka pandangan baru bagi Marsai soal menjadi produser dan pemimpin dalam produksi.
Kini, Genius Entertainment tengah menyiapkan adaptasi buku “Amari and the Night Brothers”, yang ia sebut sebagai “Harry Potter versi kita”. Ada juga proyek yang mengangkat dunia olahraga seperti tenis dan atletik.
“Itu semua kayak anak-anakku. Atau mungkin keponakan, mengingat umurku sekarang,” selorohnya.
Marsai juga tengah menulis skenario komedi bareng Issa Rae tentang dunia kerja di restoran cepat saji — membayangkan bagaimana hidupnya kalau ia tetap tinggal di Dallas dan tak masuk ke industri hiburan.
“Sebagai orang dewasa baru, itu biasanya kerjaan pertama kita. Jadi ini kayak versi alternatif hidupku kalau aku nggak ke Hollywood sejak kecil,” tutupnya.

