Bola & Sports
Beranda » Eberechi Eze, Dari Pemain Buangan Arsenal hingga Pahlawan Juara Piala FA Crystal Palace

Eberechi Eze, Dari Pemain Buangan Arsenal hingga Pahlawan Juara Piala FA Crystal Palace

Eberechi Eze baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah Crystal Palace, menjadi salah satu pahlawan kemenangan di final Piala FA. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Eberechi Eze baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah Crystal Palace, menjadi salah satu pahlawan kemenangan di final Piala FA. Namun, di balik senyum dan medali juara yang kini ia genggam, tersimpan kisah pahit penolakan di masa mudanya, termasuk luka mendalam saat dilepas oleh Arsenal.

Sebelum menjadi bintang di Liga Primer Inggris dan mengantarkan Palace meraih trofi mayor pertama mereka, Eze sempat merasakan dinginnya penolakan dari sejumlah akademi top seperti Arsenal, Fulham, Millwall, dan Sunderland. Bahkan, hingga menginjak usia 20 tahun, gelandang serang berusia 26 tahun ini sudah terbiasa dengan kenyataan pahit “dibuang” oleh klub.

Kini, dengan status pemain kunci Palace dan baru saja merayakan gelar juara Piala FA, Eze seolah membuktikan bahwa keputusan klub-klub yang pernah menolaknya di masa lalu adalah sebuah kesalahan besar. Terutama Arsenal, klub yang pertama kali membuatnya merasakan sakitnya penolakan saat masih berusia 13 tahun.

Dalam wawancara sebelumnya, Eze tak pernah menyembunyikan betapa terpukulnya ia saat dilepas Arsenal. “Saya ingat menangis di kamar selama seminggu penuh. Ibu saya mengatakan semuanya akan baik-baik saja, tetapi saya tidak bisa melupakannya,” kenangnya. Bahkan, beberapa bulan kemudian, saat bertemu mantan timnya itu bersama Fulham, emosi Eze kembali meluap. “Ketika saya menghampiri manajer akademi untuk berjabat tangan, air mata saya mulai berlinang. Semua perasaan itu kembali,” ujarnya.

Setelah serangkaian penolakan dan sempat hampir menyerah dari impian sepak bolanya, Eze akhirnya menemukan jalannya di QPR. Kesempatan itu ia manfaatkan sebaik mungkin hingga akhirnya bersinar dan kini menjadi andalan Crystal Palace.

Gelar juara Piala FA yang baru saja diraih Eze bersama Palace di Wembley, pada Minggu (18/5/2025) dini hari WIB, menjadi puncak dari perjalanan panjang dan penuh liku. Golnya di final menjadi bukti kualitasnya di panggung terbesar sepak bola Inggris. Trofi ini bukan hanya sekadar medali juara, tetapi juga pembuktian bagi Eze bahwa air mata penolakan di masa lalu telah menempa mentalnya hingga akhirnya mampu meraih kesuksesan gemilang. Ia telah membuktikan bahwa Arsenal dan klub-klub lain yang pernah meragukannya telah membuat keputusan yang patut mereka sesali.