GELUMPAI.ID – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat perekonomian Banten tumbuh 5,29 persen (yoy) pada triwulan III tahun 2025.
Meski sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,33 persen, capaian ini masih berada di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,06 persen (yoy).
Kepala BI Banten, Ameriza M Moesa, menjelaskan perlambatan tersebut merupakan pola musiman yang lazim terjadi pada periode triwulan ketiga.
“Kebiasaannya memang di triwulan ketiga pertumbuhan cenderung menurun, dan ini bukan hanya di Banten tetapi juga di wilayah lain,” ujar Ameriza dalam kegiatan Taklimat Media di Kota Serang, pada Kamis 6 November 2025.
Dengan capaian itu, Banten menempati posisi ketiga di Pulau Jawa dalam hal pertumbuhan ekonomi, di bawah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pulau Jawa sendiri masih berkontribusi sekitar 57 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Struktur ekonomi Banten masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, yang menyumbang 2,2 persen terhadap total pertumbuhan 5,29 persen.
Klaster industri besar seperti petrokimia, baja, dan manufaktur di Tangerang Raya, Cilegon, serta Serang menjadi penggerak utama kegiatan ekonomi daerah.
Ameriza menjelaskan, meski kondisi global masih dipengaruhi ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Amerika Serikat, ekspor nonmigas Banten tetap meningkat.
“Banten diuntungkan dengan ekspor naik ketika ekonomi dunia sedang tidak kondusif. Salah satunya kakao yang banyak diminati Spanyol,” jelasnya.
Selain industri, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menunjukkan pertumbuhan yang mencolok dengan capaian 11,73 persen (yoy).
Lonjakan ini menjadi salah satu anomali positif di tengah tren nasional yang cenderung melambat.
Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan produktivitas pada tanaman pangan, hortikultura, serta perkebunan yang tersebar di sejumlah kabupaten di Banten.
“Pertanian menjadi tren yang baik dan menggembirakan pada triwulan III. Ini perkembangan baru bagi Banten,” katanya.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,21 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 3,61 persen.

