Bisnis & Ekonomi
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Ekonomi Syariah Indonesia Melesat, BI Banten Gelar SHAFARA dan FERBA 2025 di Bintaro

Ekonomi Syariah Indonesia Melesat, BI Banten Gelar SHAFARA dan FERBA 2025 di Bintaro

GELUMPAI.ID – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, secara resmi membuka dua agenda besar, yakni Sharia Fair Banten (SHAFARA) dan Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah Banten (FERBA) 2025, yang berlangsung di Bintaro XChange Mall 2 pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Dua acara ini bakal berlangsung hingga 31 Agustus 2025, dengan mengusung tema “Menguatkan Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Sinergi dan Kolaborasi untuk Mendukung Banten Maju dan Sejahtera.”

Dalam sambutannya, Ameriza memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir sekaligus menekankan pentingnya sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

“Indonesia berhasil naik ke peringkat ke-3 dunia dalam Indeks Ekonomi Syariah Global versi State of The Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025. Capaian ini mencerminkan konsistensi sekaligus ketangguhan Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah dan mempertegas peran strategisnya di tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Ameriza, tren pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia sepanjang 2025 terus menunjukkan arah positif. Sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) tercatat tumbuh 3,93 persen (year on year), dengan pendorong utama sektor pertanian, makanan dan minuman halal, serta wisata halal.

Secara global, posisi Indonesia juga semakin kuat, di mana Halal Food Indonesia menempati peringkat ke-4, modest fashion di peringkat pertama, dan media & recreation di posisi ke-7.

Dari sisi keuangan, pembiayaan syariah pun menunjukkan tren meningkat dengan pertumbuhan 11,39 persen (yoy) per Mei 2025.

“Pencapaian ini menegaskan semakin menguatnya sektor keuangan syariah dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ameriza.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Salah satunya persoalan ketersediaan bahan baku halal yang hingga kini masih sangat bergantung pada impor, khususnya di sektor industri fesyen muslim.

Laman: 1 2