“Untuk siswa yang kecelakaan perlu dibiayai, kalau kecelakaannya itu pada saat jam dia mau ke sekolah gitu kan. Nah, sementara kan dari dana BOS kan nggak boleh. Nah, jadi ODOT itu awalnya murni untuk masjid,” jelasnya.
Soal Dugaan Pelecehan Seksual, Ade Ngaku Selalu Menyelesaikan
Isu dugaan pelecehan seksual yang turut disorot dalam unggahan akun anonim juga tak luput dari tanggapan Ade.
Ia mengklaim bahwa setiap laporan yang masuk selalu langsung ditindaklanjuti.
“Bapak kalau ada laporan dari anak-anak segera diselesaikan. Bapak mah nggak pernah nyimpan permasalahan. Sehingga Bapak keluar itu udah nggak ada permasalahan apa-apa,” tegasnya.
Namun, ia juga menyebut bahwa tidak semua tindakan yang dilaporkan siswa sebagai pelecehan bisa langsung dikategorikan sebagai pelecehan dalam arti sebenarnya.
“Guru olahraga misalnya. Sebagai guru kepada siswa itu kan kalau misalnya nyuruh atau suruh ke lapangan kan kadang-kadang ditepuk dan sebagainya. Nah, apakah hal seperti itu termasuk pelecehan atau bukan?” ucapnya mempertanyakan.
Sebelumnya, diberitakah bahwa sebuah akun anonim Instagram @savesmanfourkotser membagikan sederet unggahan yang menyoroti dugaan tujuh persoalan serius di lingkungan SMAN 4 Kota Serang.
Mulai dari dugaan pelecehan seksual, intoleransi, tekanan terhadap siswa, hingga dugaan pungutan liar.
Kampanye digital bertagar #SaveSMANFour itu menampilkan ilustrasi seorang siswi dengan mulut tertutup lakban merah, yang disebut sebagai simbol budaya bungkam di sekolah tersebut.

