Untuk ekspedisi kali ini, Ameriza menyebut pihaknya menyiapkan Rp700 juta.
“Kegiatan ini adalah clean money policy. Kami menarik uang lusuh yang tidak layak edar lalu menggantinya dengan uang baru yang layak edar, dengan pecahan lengkap, tidak hanya Rp50.000 atau Rp100.000 seperti di ATM, tapi juga Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, dan Rp20.000,” paparnya.
Ia berharap, ketersediaan pecahan sesuai kebutuhan bisa mempercepat perputaran ekonomi lokal di Pulau Tunda dan Pulau Panjang.
Selain itu, BI juga memberikan edukasi penggunaan QRIS, sosialisasi bahaya kejahatan digital, hingga kampanye CBP Rupiah.
“Kami ingin masyarakat bisa bertransaksi dengan aman, modern, dan tetap cinta rupiah,” tuturnya.
Kegiatan ini juga bersinergi dengan Rumah Sakit Fatimah yang menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat.
Ameriza menutup dengan janji bahwa BI akan terus meningkatkan intensitas kegiatan ekspedisi.
“Kami ingin mencari pulau lain yang lebih terpencil, dengan penduduk banyak, agar bisa menjadi bagian dari tanggung jawab kami. Insyaallah kegiatan ini akan rutin, demi memastikan rupiah hadir di setiap jengkal negeri,” tandasnya.

