GELUMPAI.ID – Elka Dwiyana, mahasiswi Universitas Esa Unggul asal Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menegaskan bahwa bangsa yang hebat tak lepas dari permukiman yang sehat.
Sebab, permukiman sehat dapat memastikan seluruh kebutuhan tumbuh kembang penerus bangsa, dapat terpenuhi. Hal itu disampaikan Elka dalam kegiatan Wira Permukiman Sehat 2025.
Perempuan kelahiran Tangerang, 10 Juni 2006 ini dikenal aktif dalam isu-isu perlindungan anak dan perempuan.
Ia tergabung dalam Indonesia Joining Forces (IJF), sebuah konsorsium yang beranggotakan enam organisasi nasional dan internasional yang fokus pada pemenuhan hak anak, di antaranya ChildFund International di Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia, SOS Children’s Villages Indonesia, Save the Children di Indonesia (Yayasan Sayangi Tunas Cilik), Terre des Hommes, serta Wahana Visi Indonesia (WVI).
Kiprahnya di bidang sosial juga dibarengi dengan capaian akademik dan non-akademik.
Elka tercatat sebagai penerima Beasiswa Perempuan dan Anak dari Yayasan Khouw Kalbe bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Dalam kesehariannya, Elka mengaku gemar mendengarkan podcast sebagai sarana memperluas wawasan.
Minat tersebut turut membentuk cara pandangnya terhadap isu pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait lingkungan permukiman.
Menurut Elka, motivasi terbesarnya mengikuti ajang Wira Permukiman Sehat adalah keyakinan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan.
Ia menilai, permukiman yang sehat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan kehidupan di masa depan.
“Lingkungan hunian yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dari sana lah bangsa yang hebat bisa dibangun,” ujarnya.
Melalui ajang Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025, Elka berharap dapat berkontribusi secara nyata melalui ide, inovasi, dan aksi yang berorientasi pada pembangunan permukiman berkelanjutan.
Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh menunda untuk berkarya.

