GELUMPAI.ID — Partai Rakyat Kekuasaan (PPP) Korea Selatan mempersempit daftar calon presiden dari delapan menjadi empat orang. Pemilihan ketua partai akan digelar 3 Mei mendatang.
Dilansir dari Korea Times, empat kandidat yang lolos adalah Kim Moon-soo, Ahn Cheol-soo, Han Dong-hoon, dan Hong Joon-pyo.
Persaingan ketat terjadi antara kubu yang mendukung dan menentang impeachment mantan Presiden Yoon Suk Yeol. Kubus konservatif terpecah dalam isu darurat militer yang dulu dideklarasikan Yoon.
Kim Moon-soo, mantan Menteri Tenaga Kerja, menjadi salah satu yang paling vokal menentang impeachment. Ia menyebut Partai Demokrat Korea (DPK) sebagai biang kerok krisis politik.
“DPK sengaja memframing pemilu ini sebagai duel Lee Jae-myung vs Yoon Suk Yeol,” ujar Ahn Cheol-soo dalam debat internal PPP. Ia justru mendesak partainya untuk minta maaf kepada publik.
Menurut laporan dari Korea Times, Han Dong-hoon, mantan menteri keadilan, juga mendukung impeachment. Ia mengkritik keras keputusan Yoon menerapkan darurat militer.
Sementara Hong Joon-pyo, politisi senior PPP, menilai impeachment berlebihan. “Masalahnya seharusnya diselesaikan lewat jalur politik, bukan militer,” tegasnya.
Pemilihan ketua PPP akan menentukan siapa yang akan menghadapi Lee Jae-myung dari DPK di pemilu Juni nanti. Survei terbaru menunjukkan Lee masih unggul melawan semua kandidat PPP.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Korea Times, perpecahan di tubuh PPP semakin jelas terlihat. Kubu pro dan anti-Yoon terus bersitegang dalam setiap debat internal.
Pemilu Korea Selatan semakin panas. Publik menunggu apakah PPP bisa menyatukan visi sebelum pertarungan melawan DPK dimulai.

