Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Everton Gagalkan Ambisi Eropa Fulham di Craven Cottage

Everton Gagalkan Ambisi Eropa Fulham di Craven Cottage

Everton memberikan pukulan telak bagi harapan Fulham untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan setelah bangkit dari ketertinggalan dan meraih kemenangan di Craven Cottage. (cr/Everton)

GELUMPAI.ID – Everton memberikan pukulan telak bagi harapan Fulham untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan setelah bangkit dari ketertinggalan dan meraih kemenangan di Craven Cottage. Gol dari striker Beto dan bek Michael Keane dalam rentang waktu tiga menit mengamankan kemenangan kedua Everton dalam 11 pertandingan terakhir Liga Primer Inggris.

Fulham, yang berambisi untuk menjaga jarak dengan Brentford dan Brighton dalam perburuan tiket Eropa, unggul terlebih dahulu pada menit ke-17 melalui sundulan striker Meksiko, Raul Jimenez, memanfaatkan umpan silang Emile Smith Rowe.

Tim asuhan Marco Silva mendominasi babak pertama dan nyaris menggandakan keunggulan melalui sepakan mendatar Harry Wilson yang berhasil ditepis dengan baik oleh kiper tim nasional Inggris, Jordan Pickford.

Namun, Everton berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Sepakan lemah Vitalii Mykolenko dari tepi kotak penalti berbelok arah setelah mengenai gelandang Fulham, Andreas Pereira, mengecoh kiper Bernd Leno.

Tim tamu berbalik unggul di luar dugaan pada menit ke-70. Sundulan Keane menyambut sepak pojok pemain pengganti, Dwight McNeil, berhasil masuk ke gawang. Gol tersebut disahkan setelah melalui tinjauan VAR (Video Assistant Referee) yang cukup lama terkait potensi offside.

Hanya 22 detik setelah kick-off babak kedua, Everton kembali mencetak gol ketiga. Leno melakukan blunder fatal dengan membiarkan sepakan kaki kiri Beto lolos dari tangkapannya, menjadi gol kedelapan sang striker di liga musim ini.

Fulham sempat memprotes dan meminta penalti pada menit ke-11 injury time setelah wasit Darren England melihat tayangan ulang dugaan handball Mykolenko di monitor tepi lapangan. Namun, wasit tetap pada keputusannya untuk tidak memberikan penalti.

Kekalahan ini membuat Fulham tertahan di posisi ke-11 dan terpaut empat poin dari Brentford di urutan kedelapan, sementara Everton naik ke posisi ke-13. Bos Fulham, Marco Silva, sebelumnya harus menjawab spekulasi mengenai masa depannya menyusul laporan yang menyebutkan ia berpotensi pindah ke Arab Saudi pada musim panas mendatang.

“Tentu saja, selalu ada rumor, tetapi yang bisa saya katakan saat ini adalah masa depan saya ada di Fulham Football Club musim depan,” tegasnya.

Pelatih asal Portugal itu menyadari bahwa secara realistis, timnya perlu memenangkan seluruh tiga pertandingan sisa untuk mengamankan tiket Eropa. Namun, penurunan performa Fulham terjadi di saat yang kurang tepat. Sebulan lalu, The Cottagers masih dianggap sebagai kuda hitam untuk meraih posisi Liga Champions. Namun, empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir membuat harapan Fulham untuk finis di paruh atas klasemen terlihat tipis.

Pekan depan, tim asuhan Silva akan bertandang ke markas Brentford yang sedang dalam performa menanjak, sebelum mengakhiri musim dengan menjamu Manchester City di kandang. Mereka kemungkinan besar perlu memenangkan kedua pertandingan tersebut dan berharap hasil pertandingan lain menguntungkan mereka untuk lolos ke Eropa.

Jika Silva tetap menepati janjinya dan bertahan di London barat untuk musim kelima, ia pasti akan berupaya menambah daya gedor skuadnya pada musim panas ini. Jimenez mencetak gol ke-13nya di semua kompetisi melalui sundulan keras untuk membuka keunggulan The Cottagers.

Namun, Fulham gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol kedua yang bisa mengubah jalannya pertandingan sebelum Everton melakukan comeback. Terlepas dari kinerja luar biasa David Moyes sejak kembali menangani Everton, musim The Toffees sempat terancam berakhir tanpa kesan sebelum laga perpisahan mereka di Goodison Park.

Pelatih asal Skotlandia itu berhasil mengamankan posisi klub di Liga Primer melalui rentetan hasil positif pada bulan Januari dan Februari. Namun, mereka bertandang ke Craven Cottage dengan hanya meraih satu kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir. Momentum dalam sepak bola memang sulit didapatkan dan mudah hilang, terutama setelah tujuan utama musim ini – bertahan di Liga Primer – telah tercapai.

Namun, para suporter sedang bersiap untuk hari yang tak terlupakan melawan Southampton pekan depan, di mana 39.000 penggemar akan memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi Goodison Park. Moyes tentu memahami pentingnya memastikan Everton meraih kemenangan dalam laga perpisahan tersebut.

“Saya baru saja mengatakan kepada para pemain bahwa kami memiliki pertandingan terbesar musim ini pekan depan, dan kami semua siap untuk itu,” tandasnya..

Everton tampil di bawah standar pada babak pertama dan bermain seperti tim yang tidak memiliki banyak hal untuk dibuktikan lagi di musim ini. Fulham memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol kedua yang sangat penting sebelum gol penyama kedudukan Everton.

Kekalahan di kandang sendiri akan semakin menekan mereka menjelang kunjungan Southampton. Namun, comeback yang diinspirasi oleh masuknya McNeil dan Iliman Ndiaye dari bangku cadangan memberikan kembali aura positif bagi Everton saat mereka bersiap untuk meninggalkan stadion bersejarah mereka dengan catatan manis.

Laman: 1 2