GELUMPAI.ID — Fabio Di Giannantonio menyebut MotoGP Spanyol 2025 sebagai akhir pekan tersulit tahun ini.
Pembalap Italia itu tetap mampu finis di posisi kelima.
Di Giannantonio tak pernah bersaing untuk podium di Sprint maupun balapan utama di Jerez.
Ia menjadi pembalap Ducati yang paling kurang kompetitif di lintasan.
Meski meraih posisi kelima pada balapan Minggu, ia mengaku frustrasi.
Menurut laporan dari CRASH, masalah bermula sejak latihan hari Jumat.
Di Giannantonio mencoba terlalu banyak hal hingga kehilangan arah.
“Saya senang,” kata Di Giannantonio kepada MotoGP.com usai balapan.
“Tapi saya harus menerimanya karena ini akhir pekan tersulit tahun ini sejauh ini.”
Ia menjelaskan, kesalahan pada hari Jumat membuat timnya tertinggal.
“Kami memulai dari posisi jauh pada Jumat, mencoba terlalu banyak hal dan sedikit kehilangan arah,” ujarnya.
Pembalap VR46 Racing Team ini menyebut era MotoGP saat ini tak memberi ruang untuk sesi yang terbuang.
“Di era MotoGP ini, Anda tak bisa menyia-nyiakan latihan bebas tanpa bersaing atau mempersiapkan balapan,” katanya.
Meski demikian, ia berhasil pulih dan meraih posisi kelima.
“Kami pulih, pulang dengan P5, jadi di akhir pekan yang buruk kami finis P5—kami harus menerima dan bahagia,” tambahnya.
Rekan setimnya, Franco Morbidelli, mengalami kecelakaan di tikungan 11.
Morbidelli, yang saat itu di posisi keenam, mengalami cedera leher ringan.

