GELUMPAI.ID – Kabar mengejutkan datang dari Italia. Mantan gelandang kelas dunia, Cesc Fabregas, dipastikan akan terus menukangi klub Serie A, Como, musim depan. Keputusan ini diambil meski gelombang rumor kuat mengaitkannya dengan kursi panas pelatih Bayer Leverkusen, yang akan ditinggalkan Xabi Alonso menuju Real Madrid.
Laporan dari Sky Sport Italia dan pakar transfer terkemuka, Gianluca Di Marzio, mengonfirmasi bahwa manajemen Como bergerak cepat mengamankan masa depan Fabregas. Dalam serangkaian pembicaraan intensif selama sepekan terakhir, kedua belah pihak mencapai kata sepakat untuk melanjutkan kerjasama yang telah terjalin.
Sebelumnya, Leverkusen, yang dipastikan tampil di Liga Champions musim depan, disebut-sebut sangat tertarik untuk memboyong Fabregas ke BayArena. Reputasi Fabregas sebagai mantan pemain top dan potensi kepelatihannya dinilai cocok untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Alonso. Namun, daya tarik proyek yang tengah dibangun Fabregas di Como tampaknya lebih kuat.
Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen klub, Fabregas bahkan berpotensi mendapatkan kenaikan gaji yang signifikan. Tak hanya itu, mantan pemain Arsenal dan Barcelona ini juga kemungkinan akan diberikan tanggung jawab yang lebih besar dalam pengelolaan tim. Peran baru ini diyakini akan melampaui sekadar “pelatih kepala”, mendekati fungsi seorang “manajer” yang memiliki wewenang lebih luas dalam urusan transfer dan kebijakan strategis klub.
Sky Sport Italia melaporkan bahwa meskipun belum ada pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak (mengingat kontrak Fabregas masih berlaku hingga 2028), penyesuaian gaji dan penambahan wewenang menjadi poin kunci dalam kesepakatan terbaru ini. Langkah ini menunjukkan kepercayaan penuh Como terhadap visi dan kemampuan Fabregas untuk membawa klub promosi ini meraih kesuksesan lebih lanjut di Serie A.
Keputusan Fabregas untuk menolak pinangan klub Liga Champions demi tetap membesut Como tentu menjadi kejutan tersendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa pemain Spanyol tersebut memiliki keyakinan yang kuat terhadap proyek jangka panjang yang sedang ia bangun di Italia, dan memilih kesetiaan serta tantangan di Como ketimbang kesempatan instan di panggung Eropa bersama Leverkusen.

