GELUMPAI.ID – Falcon Pictures memberikan klarifikasi terkait pernyataan-pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh Abidzar Al Ghifari, pemeran utama dalam film terbaru mereka, A Business Proposal. Pihak rumah produksi menegaskan bahwa Abidzar tidak bermaksud untuk bersikap sombong dan bahwa ucapannya hanya mencerminkan pendekatan yang dia pilih dalam memerankan karakternya.
“Berita mengenai cast yang tidak menyaksikan serialnya terlebih dahulu, bukan berakar dari kesombongan, tapi dari pemilihan pendekatan akting. Seniman memiliki banyak cara (dan semua cara, valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita,” tutur Falcon dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari ChatNews.id pada Selasa (4/2).
Dalam penjelasan lebih lanjut, Falcon menyebutkan bahwa A Business Proposal merupakan hasil kerja keras ratusan kru dan puluhan pemeran. Falcon menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik.
“Hasil adaptasi ini adalah hasil kerja dan usaha lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman, muda dan senior, termasuk Eyang Slamet Rahardjo, Pakde Indro Warkop dan Mbak Indy Barends, yang mengerjakan cerita ini dengan hati, dan sangat hati-hati,” tutur Falcon.
“Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastikan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati. Juga kami pastikan lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman yang terlibat dalam film ini bekerja dengan niat yang baik dan memberikan usaha terbaik mereka,” tandas rumah produksi.
Film A Business Proposal merupakan adaptasi dari drama Korea dengan judul yang sama, yang diambil dari webtoon populer, dan akan mulai tayang di bioskop pada 6 Februari mendatang. Selain Abidzar, film ini juga dibintangi oleh Ariel Tatum, Caitlin Halderman, dan Ardhito Pramono.
Pada beberapa kesempatan, Abidzar mengeluarkan pernyataan yang membuat publik Indonesia geram, mulai dari pengakuannya yang tidak menonton atau membaca versi asli A Business Proposal, menyebut penggemar drama Korea sebagai fanatik, hingga mengungkapkan bahwa dia tidak memikirkan kritik dari penonton yang menurutnya tidak akan hadir di pemutaran perdana film.