GELUMPAI.ID – Kembalinya GOT7 ke panggung konser Thailand yang begitu dinanti justru diwarnai kekecewaan mendalam dari para penggemar. Grup yang dijadwalkan tampil dalam konser dua malam di Stadion Nasional Rajamangala pada 2 dan 3 Mei 2025 ini mendapat sorotan bukan karena euforia, melainkan karena perubahan mendadak dalam kebijakan masuk yang dianggap tidak adil.
GOT7 terakhir kali dijadwalkan menggelar konser di stadion terbesar Thailand itu pada tahun 2020, namun batal akibat pandemi COVID-19. Konser yang tiketnya ludes terjual itu sempat menjadi bukti nyata betapa besar pengaruh grup tersebut di Negeri Gajah Putih.
Sejak para member meninggalkan JYP Entertainment, penjadwalan ulang konser besar sempat terhambat oleh aktivitas solo masing-masing member. Namun, pengumuman partisipasi GOT7 dalam NESTFEST Korea memberikan harapan baru bagi para Ahgase—sebutan untuk fans GOT7. Dan akhirnya, konser di Rajamangala pun resmi diumumkan.
Konser ini menjadi sangat istimewa karena disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir untuk melihat formasi lengkap GOT7 sebelum Yugyeom dan Youngjae menjalani wajib militer pada tahun ini. Ribuan fans dari berbagai negara telah bersiap datang, menjadikannya sebagai momen “reuni global” bagi komunitas penggemar.
Namun, menurut KpopChart.net, suasana antusias tersebut berubah jadi amarah ketika penyelenggara mengumumkan sistem presale khusus warga lokal Thailand, sesuatu yang tidak diterapkan pada konser NESTFEST di Korea. Banyak fans internasional menyuarakan ketidakpuasan, menganggap sistem ini tidak adil dan eksklusif secara sepihak.
Keluhan semakin bertambah ketika sistem penjualan tiket disebut sulit diakses, terutama oleh fans luar negeri. Kebijakan terkait tiket-tiket hasil refund dari calo yang baru akan dijual mendekati hari-H juga menuai kritik.
Puncaknya terjadi seminggu sebelum konser, ketika pihak penyelenggara, 411Entertainment, mengumumkan perubahan besar pada sistem antrean masuk. Awalnya, sistem antrean didasarkan pada nomor tiket terurut antara pembeli lokal dan internasional. Namun dalam kebijakan baru, hanya pemegang tiket lokal dengan nomor antrean 1–1500 yang akan diberi akses masuk lebih dulu—baru kemudian disusul pemegang tiket global dengan nomor antrean yang sama.
Perubahan ini memicu kemarahan besar dari penggemar luar negeri yang merasa diperlakukan tidak adil dan terdiskriminasi. Banyak yang menyatakan bahwa jika sistem ini diumumkan sejak awal, strategi mereka dalam membeli tiket tentu akan berbeda.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak penyelenggara mengenai gelombang protes dari penggemar. Meski GOT7 sendiri belum memberikan pernyataan, para Ahgase berharap konser nanti tetap dapat berjalan dengan damai dan membawa kenangan indah, terutama di tengah dinamika yang ada.

