GELUMPAI.ID — Lewis Hamilton memberikan penilaian jujur soal performa Ferrari usai kualifikasi sprint di Grand Prix F1 Miami.
Hamilton hanya mampu mengamankan posisi ketujuh untuk balapan sprint pada Sabtu di Miami. Ia tertinggal satu posisi dari rekan setimnya, Charles Leclerc.
Ferrari kembali menjadi tim tercepat keempat dalam satu putaran. Mereka kalah dari Mercedes, dengan Kimi Antonelli merebut pole position pertamanya.
Dua mobil McLaren, Max Verstappen, dan George Russell, start di depan duo Ferrari. Ini memperpanjang catatan buruk Ferrari di awal musim F1 2025.
Sesi ini cukup positif bagi Hamilton. Ia hanya terpaut dua persepuluh detik dari waktu Leclerc.
Di Arab Saudi, Hamilton tertinggal lebih dari enam persepuluh detik dari Leclerc saat kualifikasi. Performa di Miami menunjukkan sedikit kemajuan.
Hamilton merefleksikan sesi kualifikasi sprint: “Sesi ini lebih baik. P1 mungkin sedikit lebih bagus.”
“Mobil lebih nyaman dikendarai di P1. Kami hanya kekurangan kecepatan. Harus terus bekerja dari sini,” tambahnya.
Saat ditanya soal peluang Ferrari di balapan sprint, Hamilton pesimistis. “Tidak realistis. Semua mobil di depan lebih cepat. Saya tidak tahu apa lagi yang bisa dikatakan,” ujarnya.
Menurut laporan dari CRASH, Ferrari masih kesulitan menemukan ritme. Hamilton menyebut ada “pekerjaan yang harus dilakukan” untuk meningkatkan performa.
Kedatangan Hamilton dari Mercedes awal musim ini memunculkan harapan. Banyak yang yakin Ferrari bisa mengakhiri paceklik gelar pada 2025.
Ferrari nyaris memenangkan kejuaraan konstruktor F1 2024, kalah tipis dari McLaren. Tahun lalu, mereka punya mobil tercepat kedua.
Meski regulasi tidak banyak berubah, Ferrari melakukan perubahan besar pada mobil 2025. Salah satunya adalah perombakan suspensi.
Namun, strategi ini belum membuahkan hasil. Ferrari baru meraih satu podium dalam lima seri pembuka.
Kemenangan Hamilton di balapan sprint China tampak seperti keberuntungan semata. Performa itu sulit diulang.
Menatap sisa akhir pekan di Miami, Hamilton realistis. Ia mengakui timnya harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

